Google
 

Tuesday, December 11, 2007

Latihan 2 (Teori Pembelajaran).

Bagaimana strategi belajar yang baik?
Model mengajar yang mana yang cocok/paling baik untuk diterapkan di sistem pendidikan kita?
(Indah Puspitasari/44001407061)

63 comments:

Emy Dyah N. F said...

Menurut saya belajar yang baik adalah belajar dengan memahami meteri yang telah diajarkan(apabila meteri yang diajarkan berupa teori dan uraian) dan dengan giat berlatih(apabila meteri eksak). Model mengajar yang baik menururt saya adalah sesuai dengan sistem portofolio. Karena dengan portofolio, guru dapat melihat sejauh mana kemampuan siswa dalam memahami materi yang telah diajarkan. Hal ini disebabkan karena dengan potofolio, guru mendapatkan hasil belajar siswa yang berupa test tertulis, hasi praktik, maupun makalh-makalh yang akan dipresentasikan oleh siswa.

Anonymous said...

MENURUT SAYA BELAJAR YANG BAIK ADALAH BELAJAR DENGAN PEMAHAMAN KONSEP. NAMUN DEMIKIAN BUKAN BERARTI HAFALAN ITU TIDAK DIPERLUKAN BERDASARKAN BUKU YANG PERNAH SAYA BACA, PROSES BELAJAR YANG BAIK ADALAH PROSES BELAJAR YANG MENEDEPANKAN PEMAHAMAN TANPA MENGESAMPINGKAN HAFALAN.SITUASI BELAJAR JUGA MEMPENGARUHI KEBERHASILAN DALAM BELAJAR

Anonymous said...

Strartegi belajar yang baik adalah dengan memenfaatkan seluruh indra tubuh dalam proses belajar itu sendiri. Jadi tidak hanya mengingat dan menghafal. Mungkin untuk hafalan yang banyak dapat digunakan media jembatan keledai, dls. Pokoknya bagaimana pintar-pintarnya kita mengatur agar apa yang sedng ita pelajari dapat terkuasai dngan cepat.
Model pembelajaran yang cocok menurut saya itu tergantung dari materi apa yang sedang dibahas. Kalo materinya itu sangat dekat dngan kehidupan sehari2 dapat digunakan model SETS.Dsb. Tak ada satu pun model yang cocok diterapkan untuk semua materi pelajaran. Suatu model tertentu mungkin cocok dengan materi ini namun, tidak cocok untuk materi yang lain.Dsb

Anonymous said...

Diah rahmawati (4101407024/Pend.matematika 1A)
Menurut saya Strategi belajar yang baik adalah belajar dengan pehaman. Karena dengan pehaman kita dapat menguasai materi yang kita peroleh. hal ini bukan berarti hafalan itu tidak penting. Dalam hal hal tertentu hafalan juga merupakan hal yang [penting dan tidak boleh dikesampingkan. Untuk mempermudah hafalan kita bisa membuat skema-skema yang dapat kita kembangkan sendiri atau dengan membuat jembatan keledai.
Sedangkan model pembelajaran yang cocok, menurut saya itu tergantung dari siswa dan materi apa yang diajarkan. adakalanya suatu model pembelajaran itu bagus, tapi tidak dapat dijalankan pada sekelompok siswa dengan kondisi tertentu. Dan ada kalanya suatu materi tidak bisa diajarkan dengan model pembelajaran tertentu.
jadi pada intinya model pembelajaran harus dinamis, berkembang dan fleksibel menyesuaikan kondisi siswa dan materi yang akan diajarkan.

Anonymous said...

strategi belajar yang baik harus efektif dan efisien dengan menciptakan suasana belajar yang kondusif agar tujuan pembelajaran tercapai. belajar yang baik adalah diawali dengan membaca materi yang didapat dan memahami apa yang telah dibaca. selanjutnya menghafalkan apa yang telah dibaca dan dipahami.selain teknik dalam belajar, diperlukan juga waktu dan tempat yang sesuai dengan suasana hati siswa.

Anonymous said...

strategi belajar yang baik harus efektif dan efisien dengan menciptakan suasana belajar yang kondusif agar tujuan pembelajaran tercapai. belajar yang baik adalah diawali dengan membaca materi yang didapat dan memahami apa yang telah dibaca. selanjutnya menghafalkan apa yang telah dibaca dan dipahami.selain teknik dalam belajar, diperlukan juga waktu dan tempat yang sesuai dengan suasana hati siswa.

krida said...

Krida Puji R(4301405087)
strategi belajar mengajar yg baik adl cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan materi pelajaran dalam lingkungan pengajaran tertentu, yang meliputi sifat, lingkup dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada siswa (Gerlach dan Ely). Strategi belajar-mengajar tidak hanya terbatas pada prosedur kegiatan, melainkan juga termasuk di dalamnya materi atau paket pengajarannya (Dick dan Carey). Strategi belajar-mengajar terdiri atas semua komponen materi pengajaran dan prosedur yang akan digunakan untuk membantu siswa mencapai tujuan pengajaran tertentu dengan kata lain strategi belajar-mengajar juga merupakan pemilihan jenis latihan tertentu yang cocok dengan tujuan yang akan dicapai (Gropper). Tiap tingkah laku yang harus dipelajari perlu dipraktekkan. Karena setiap materi dan tujuan pengajaran berbeda satu sama lain, makajenis kegiatan yang harus dipraktekkan oleh siswa memerlukan persyaratan yang berbeda pula.

Anonymous said...

strategi belajar mengajar yang baik adalah cara mengajar dan menerima pelajaran yang sesuai dengan apa yang dipelajari dan sesuai dengan keadaan pembelahar pada saat itu sehingga transfer pengetahuan dapat berjalan dengan baik.
strategi-strategi belajar yang diterapkan juga harus mengacu pada perilaku dan proses-proses berpikir. Perilaku dan proses-proses berpikir tersebut digunakan siswa menyelesaikan tugas-tugasnya, termasuk proses memori atau mengingat dan metakognitif. Strategi-strategi belajar merupakan operator-operator kognitif yang secara langsung terlibat dalam menyelesaikan suatu tugas.

Anonymous said...

strategi belajar yang baik adalh yang sesuai dengan minat siswa. selain itu perlu juga dipetimbangkan keadaan lingkungan peserta didik dan isi dari materi pelajarannya. dengan keadaan yang mendukung tersebut, pelajaran akan lebih mudah diterima dan lebih lama tinngal di memori jangka panjang(LTM).

Anonymous said...

zulfalah amalia (4301405052)menurut saya, untuk memilih strategi belajar yang baik haruslah disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan. suatu strategi mengajar dapat tepat digunakan untuk suatu materi namun kurang tepat untuk materi lain. strategi yang baik adalah yang menggunakan/melibatkan banyak stasiun kecerdasan. karena menurut teori belajar cepat, belajar dapat menjadi lebih efektif bila berbagai stasiun kecerdasan dimanfaatkan dengan optimal.
dalam belajar, siswa hendaknya dibimbing untuk tidak hanya mengerti apa yang sedang dipelajari, namun harus pula memahami dan lebih baik lagi bila siswa dapat menerapkannya/mengaitkannya dengan kehidupan sehari2.

Anonymous said...

dewi muthohharoh/4301405058
Langkah-langkah belajar efektif adalah mengetahui diri sendiri, kemampuan belajar kita, proses yang berhasil kita gunakan, dan dibutuhkan minat, dan pengetahuan atas mata pelajaran kita inginkan.
keberhasilan siswa belajar bergantung pada kepandaian siswa sendiri untuk mengajar secara mandiri dan sekaligus memonitor hasil belajar mereka. Hal tersebut memperkuat alasan mengapa strategi-strategi belajar mutlak diajarkan kepada siswa secara khusus. Siswa akan dituntun untuk belajar tentang berbagai macam strategi yang ada dan bagaimana menggunakan strategi-strategi itu dengan benar.empat jenis strategi belajar, yaitu strategi mengulang, strategi elaborasi, strategi organisasi, strategi metakognitif.
sedangkan model mengajar yang baek adalah penerapan model modifikasi tingkah laku.hal ini dikarenakan model ini menekankan pada perilaku yang terobservasi metode bagaimana memanipulasi penguatan (reinforcement).adapun ciri-ciri pembelajaran ini berupa pemecahan tugas cenderung melalui sejumlah perilaku kecil-kecil, dengan langkah-langkah konkrit dan dapat diamati.misalnya model pembelajaran ketrampilan dan model belajar tuntas.dalam penerapannya guru harus paham betul apakah model tersebut bisa diterapkan pada pokok materi yang diajarkan atau tidak

Anonymous said...

anonim berkata pada 2007 Desember 17 14:49 adalah hasil jawaban sulistyowati (p. kimia) 4301405089

Anonymous said...

anonim yang mengirimkan jawaban pada 2007 Desember 17 14:49 adalah sulistyowati (p. kimia) 4301405089

desi said...

desiana heryani/4301405057
strategi belajar mengajar sebenarnya harus disesuaikan dgn kondisi siswa n guru baik scr intelegensi/ psikologisnya..dlm pembelajarn kimia strtegi deduktif/induktif sering dipakai mengingat bnyk konsep baru/ yg mengalami perkembngan yg dasarny hrus diajarkn terlbh dulu utk menunjg ketuntasan maka strategi ekspositori dan heuristik yg co2k dgn sist CBSA saat ini jg dpt dikwmbgkn sedang utk strategi kognitif,afektif n psikomotor diporsikan sama,pmberian tgs klmpok jg perlu utk melth organisasi,klo utk modelna saya rs baik pemrosesan info,mngjar personel,interaksi sosial,n modifikasi tngkh laku pny klbhn n kkrgn msg2 tp bg aq kykna model pmrosesan info plg mdh aplikasina n srg dikimia tp ilmu kimia br berarti klo qt bs mmbntu khdupan masyarkt dgn model interaksi sosial

rani said...

MURIANI N.H 4301405079
strategi belajar mengajar yg baik adalah yang disesuaikan dengan bagaimana kondisi siswa itu sebenarnya, mengetahui diri sendiri,kemampuan belajar kita, proses yg berhasil kita gunakan,n dibutuhkan minat,n pengetahuan atas mata pelajaran kita inginkan.Strategi belajar yg baik agar efektif dan efisien harus dngn menciptakan suasana belajar yang kondusif agar tujuan pembelajaran
keberhasilan siswa belajar bergantung pada kepandaian siswa sendiri untuk mengajar secara mandiri dan sekaligus memonitor hasil belajar mereka tercapai.Untuk memilih strategi belajar yang baik haruslah disesuaikan dengan materi yg akan diajarkan

evilisnayanti/4301405056 said...

strategi belajar mengajar adlh Sebagai Dasar Pengembangan Kegiatan Belajar Mengajar Mengajarkan pada siswa bagaimana belajar merupakan suatu tujuan pendidikan yang sangat penting dan merupakan tujuan utama. Sangat ironis apabila kita mengharapkan siswa kita belajar, namun jarang atau tidak sama sekali mengajarkan mereka tentang bagaimana siswa itu belajar. Kita sering mengharapkan siswa kita dapat memecahkan masalah, namun sebaliknya kita tidak pernah mengajarkan bagaimana tentang pemecahan masalah tersebut. strategi2 belajar yang diterapkan mengacu pada perilaku dan proses-proses berpikir. Perilaku dan proses-proses berpikir tersebut digunakan siswa menyelesaikan tugas-tugasnya, termasuk proses memori atau mengingat dan metakognitif. Strategi-strategi belajar merupakan operator-operator kognitif yang secara langsung terlibat dalam menyelesaikan suatu tugas.

Anonymous said...

Strategi belajar adalah pola perncanaan kegiatan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pendidikan.Strategi belajar yg digunakan oleh seseorang belum tentu efektif ntuk orang lain.Misalnya siswa A cepat faham kalau delajar smbil mendengarkan radio dan siswa B klo belajar suasananya harus sepi.Siswa A tidak akan menyerap materi pelajaran jika suasananya sepi sedangkan siswa B akan lebih mudah menyerap materi pelajaran jika suasananya sepi.Jadi strategi belajar yg baik adalah strategi bel yg efektif, yaitu yg sesuai dg karaketistik ndividu dalam belajrdan penggunaan strategi belajar dalam mempelajari sesuatu.Apabila yg dipelajari konsep misalnya, tentu menggunakan strategi yg berbeda ketika yg dipelajari adalah fakta. Menurut saya strategi mengajar yg cocok untuk duterapkan adalah dg modal portofolio. Model pembelajaran ini selain menuntut siswa aktif ,guru jg harus aktif. Namun untuk materi yg sulit metode ceramah masih diperlukan.

aeni said...

strategi belajar yang baik pada dasarnya tergantung dari individu masing2 yang akan menjalani proses belajar.biasanya ada orang yang dapat belajar dengan mendengarkan musik namun disisi lain ada orang yang justru akan terganggu dengan adanya musik ketika dia sedang belajar. jadi mulai sekarang hendaknya kita memahami diri kita sendiri, apa yang membuat kita nyaman dalam belajar, apa yang membuat materi yang kita pelajri cepat masuk dan tersimpan lama dalam memori agar pembelajaran yang dilkukan dapat efektif.
menurut artikel yang saya baca seh strategi yang baik begini:


Strategi-strategi belajar dapat dipahami bahkan dikuasai dengan baik untuk mencapai hasil belajar yang optimal. Pengajaran yang baik meliputi mengajarkan siswa bagaimana belajar, bagaimana mengingat, bagaimana berpikir, dan bagaimana memotivasi diri mereka sendiri. Materi pelatihan ini disusun sebagai panduan untuk mengajarkan pada siswa bagaimana belajar, sehingga akan terbentuk siswa atau pebelajar yang mandiri.

Mengajarkan pada siswa bagaimana belajar merupakan suatu tujuan pendidikan yang sangat penting dan merupakan tujuan utama. Sangat ironis apabila kita mengharapkan siswa kita belajar, namun jarang atau tidak sama sekali mengajarkan mereka tentang bagaimana siswa itu belajar. Kita sering mengharapkan siswa kita dapat memecahkan masalah, namun sebaliknya kita tidak pernah mengajarkan bagaimana tentang pemecahan masalah tersebut.

Pengajaran strategi-strategi belajar berdasarkan pada anggapan bahwa keberhasilan siswa sebagian besar bergantung pada kepandaian mereka untuk mengajar secara mandiri dan sekaligus memonitor hasil belajar mereka. Hal tersebut memperkuat alasan mengapa strategi-strategi belajar mutlak diajarkan kepada siswa secara khusus. Siswa akan dituntun untuk belajar tentang berbagai macam strategi yang ada dan bagaimana menggunakan strategi-strategi itu dengan benar.

Kepiawaian sorang guru menerapkan strategi-strategi belajar akan berpengaruh pada proses pembelajaran yang dipimpinnya. Lebih lanjut diharapkan guru melatih strategi-strategi belajar pada siswa untuk membentuk sikap belajar siswa menjadi pebelajar mandiri.

A.Pengertian Strategi-strategi belajar

Salah satu kegiatan selama proses belajar mengajar adalah dengan memberi tugas siswa untuk mengerjakan tugas-tugas tertentu, baik yang di kerjakan secara mandiri, maupun berkelompok. Sering kali siswa juga diminta untuk membaca suatu topik guna menyusun suatu laporan singkat atau untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam suatu tes. Untuk memenuhi semua tuntutan tersebut siswa harus terlibat dalam proses-proses berpikir dan berprilaku, membaca cepat suatu bacaan, meringkas, membuat catatan, dan sekaligus memonitor jalan pikiran diri mereka sendiri. Agar dapat melakukan hal di atas diperlukan penerapan strategi-strategi belajar tertentu.

strategi-strategi belajar yang diterapkan mengacu pada perilaku dan proses-proses berpikir. Perilaku dan proses-proses berpikir tersebut digunakan siswa menyelesaikan tugas-tugasnya, termasuk proses memori atau mengingat dan metakognitif. Strategi-strategi belajar merupakan operator-operator kognitif yang secara langsung terlibat dalam menyelesaikan suatu tugas.

Strategi belajar juga dikenal sebagai strategi kognitif, karena strategi tersebut lebih dekat pada hasil belajar kognitif dari pada tujuan belajar perilaku.

1.

Tujuan Strategi-strategi Belajar

Strategi-strategi belajar ini dalam penerapannya pada siswa memiliki tujuan untuk membentuk siswa sebagai pebelajar mandiri. Diharapkan siswa memiliki kesadaran yang timbul dari dalam dirinya untuk mau dan mampu belajar. Pebelajar mandiri memiliki ciri mampu melakukan empat hal berikut.

1.
1.

mampu mendiagnosis situasi pembelajaran tertentu secara cermat.
2.

mampu menentukan dan memilih strategi belajar tertentu untuk masalah atau topik belajar tertentu.
3.

mampu memonitor atau mengevaluasi keefektifan strategi tersebut.
4.

mampu memotivasi diri sendiri untuk terlibat dalam suatu proses pembelajaran sampai masalah terselesaikan.

1.

Teori yang Melandasi Pengajaran Strategi-strategi Belajar.

Dukungan teori untuk strategi-strategi belajar dikemukakan melalui Vygotsky, yang menekan pada tiga ide utama. Tiga ide utama tersebut meliputi bahwa intelektual berkembang pada saat individu menghadapi ide-ide baru dan sulit serta mengkaitkan ide-ide tersebut dengan apa yang mereka ketahui. Ide kedua berkaitan dengan interaksi dengan orang lain, dapat memperkaya perkembangan intelektual, dan ide yang ketiga tentang peran guru sebagai seorang pembantu dan mediator pembelajaran siswa. Sumbangan psikologi kognitif berakar dari teori-teori pemrosesan informasi yang menjelaskan bagaimana otak bekerja dan bagaimana individu memperoleh dan memproses informasi. Pandangan yang ditawarkan Vygotsky dan para ahli psikologi kognitif yang lebih mutakhir adalah penting dalam memahanmi dalam penggunaan strategi-strategi belajar karena tiga alasan. Pertama, mereka menggarisbawahi peran penting bahwa pengetahuan awal berperan dalam proses belajar. Kedua, mereka membantu kita memahami apakah pengetahuan itu dan perbedaan di antara berbagai jenis pengetahuan, dan ketiga, mereka membantu menjelaskan bagaimana pengetahuan diperoleh manusia dan diproses di dalam sistem memori otak.

1.
1.

Peranan Pengetahuan Awal

Secara psikologis seseorang belajar dengan menghubungkan ide-ide baru dengan ide-ide lama yang telah dimiliki sebelumnya. Para ahli psikologi kognitif telah mengungkapkan dengan lebih tepat bagaimana menghubungkan informasi yang telah lebih dahulu disimpan dalam memori disimpan dalam memperkaya pembelajaran.

Informasi dan pengalaman yang disimpan dalam memori jangka panjang disebut sebagai pengetahuan awal. Pengetahuan awal atau prior knowledge merupakan kumpulan informasi yang diperoleh dari pengetahuan dan pengalaman seseorang selama hidupnya, dan membawa dan mengkaitkan informasi tersebut pada suatu pengalaman belajar baru, yaitu untuk mempelajari hal-hal tertentu yang sifatnya baru bagi seseorang tersebut.

Peter Mosenthal dan kawan-kawan (1985) menggambarkan pentingnya pengetahuan awal dalam suatu studi khusus yang menghubungkan kemampuan siswa memproduksi teks naratif. Dipilihlah suatu kelompok yang mewakili guru-guru kelas empat. Ia memilih dua guru yang cara belajarnya dicirikan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa tentang hal-hal yang berkaitan dengan pengetahuan awal, dan dua guru yang sedikit mengajukan pertanyaan jenis ini. Tiap guru diminta untuk mengajar pelajaran menulis. Pelajaran tersebut meliputi mempresentasikan kepada siswa suatu rangkaian 13 gambar yang menggambarkan permainan Baseball. Siswa diminta untuk menulis cerita tentang urutan gambar-gambar tersebut. melalui studi ini diketahui bahwa siswa yang banyak mendapatkan pertanyaan tentang pengalaman dan pengetahuan awal tentang Baseball mampu menyusun suatu rangkaian cerita yang lebih kompleks dan kreatif.

Study tersebut menunjukan bagaimana pentingnya pengetahuan awal dalam pengajaran agar dapat membantu siswa mengkaitkan pengetahuan baru dengan pengetahuan yang telah dipelajari sebelumnya.

Untuk mengkaitkan pengetahuan awal dan pengetahuan baru dapat digunakan pengorganisasi awal atau advance organizer. Pengorganisasi awal berfungsi sebagai pengait atau scaffolding intelektual yang membantu mengaktifkan pengetahuan awal yang relevan untuk menghubungkan ide-ide baru dengan pengetahuan yang telah ada pada diri siswa. Pengoganisasi awal dapat berupa hal-hal yang bersifat abstrak, namun banyak yang berpendapat sebaiknya berupa hal-hal yang konkrit.

Pengorganisasi awal dapat disajikan dalam berbagai bentuk, dapat berupa penjelasan verbal, kutipan dari suatu buku, gambar atau diagram. Berikut ini disajikan pengorganisasian awal verbal. Seorang guru IPA Biologi menyampaikan informasi tentang proses penyerbukan pada bunga. Setelah merangkum kembali pelajaran terdahulu, menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, dan meminta siswa mengingat pelajaran tentang bunga, guru menyampaikan pengorganisasi awal sebagai berikut.

Saya ingin memberi ide yang dapat membantu kamu memahami terjadinya proses penyerbukan. Ide tersebut adalah “tiap-tiap jenis bunga memiliki struktur yang khusus berkaitan dengan bagaimana cara penyerbukan terjadi pada bunga tersebut. Proses penyerbukan dapat terjadi melaui perantai angin, burung atau serangga, dan manusia”. Seperti telah saya uraikan tentang adanya modifikasi strukrtur bunga minggu lalu, saya ingin kamu menuliskan atau mendeskripsikan ciri struktur bunga yang dipolinasi oleh angin, burung atau serangga, serta oleh bantuan manusia.

1.
1.

Sistem Memori

Bagaimana sesorang melakukan proses belajar dan bagaimana seseorang menerapkan strategi-strategi belajar dipengaruhi oleh pengetahuan awal dan bagaimana pemrosesan di dalam otak. Bagaiman sistem memori otak bekerja? Sejumlah ahli psikologi kognitif mengembangkan teori pemrosesan informasi atau information processing tentang pembelajaran. Dari sudut pandang ini informasi masuk ke dalam otak

memalui indera, dan di simpan sementara dalam memori jangka pendek atau short-term memory. Dari memori jangka pendek di kirim ke memori jangka panjang atau long-term memori, dan disimpan sampai di panggil lagi bila diperlukan.

Menciptakan kondisi umtuk mengaktifkan pengetahuan awal siswa dan memfokuskan perhatian mereka pada bahan-bahan pembelajaran tertentu merupakan hal penting untuk memasukkan informasi ke dalam sistem memori jangka pendek. Selanjutnya informasi itu harus dipindahkan kedalam memori jangka panjang agar menjadi permanen dalam sistem memori siswa. Proses pemindahan informasi baru dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang di kenal dengan pengkodean atau encoding. Setelah masuk di memori jangka panjang, informasi itu akan disimpan dalam jangka waktu yang lama. Namun perlu disadari bahwa penyimpanan suatu memori ke dalam memori jangka panjang tidak artinya bila sulit untuk dipanggil atau diaktifkan kembali.

1.

Jenis-jenis Strategi Belajar

Pada umumnya siswa diminta untuk melakukan sejumlah besar tugas-tugas belajar di sekolah, seperti berlatih soal penjumlahan, menghafal suatu konsep atau syair, mengarang cerita, dan masih banyak lagi. Tujuan utama yang ingin dicapai melaui latihan tersebut adalah penyelesaian tugas secara optimal. Namun ada hal yang lebih penting, yaitu menguasai dengan tuntas proses pembelajaran itu sendiri, mendiagnosis situasi pembelajaran yang tepat, memilih strategi yang sesuai, serta memonitor keefektifan strategi tersebut. melalui uraikan berikkut diharapkanguru mampu mengubah teori kognitif dan pemrosesan informasi menjadi strategi belajar khas. Akan dijelaskan berikut ini empat jenis strategi belajar, yaitu strategi mengulang, strategi elaborasi, strategi organisasi, strategi metakognitif.

Keberhasilan siswa di sekolah sebagian besar terletak pada kemampuan siswa belajar secara mandiri dan memonitor belajar mereka sendiri. Hal ini memberikan alasan sedini mungkin mengajarkan strategi-strategi belajar pada siswa, mungkin mulai sekolah dasar dan berlanjut ke sekolah menengah dan pendidikan tinggi.
model mengajar mana yang cocok2 juga tergantung dari kondisi si pengajar dan yang akan diajar. jadi sebelum mengajar sebaiknya pengajar bener2 mengerti sikon yang kiranya tepat.

Anonymous said...

lanjutan.....
Strategi-strategi belajar dapat dipahami bahkan dikuasai dengan baik untuk mencapai hasil belajar yang optimal. Pengajaran yang baik meliputi mengajarkan siswa bagaimana belajar, bagaimana mengingat, bagaimana berpikir, dan bagaimana memotivasi diri mereka sendiri. Materi pelatihan ini disusun sebagai panduan untuk mengajarkan pada siswa bagaimana belajar, sehingga akan terbentuk siswa atau pebelajar yang mandiri.

Anonymous said...

Pengajaran strategi-strategi belajar berdasarkan pada anggapan bahwa keberhasilan siswa sebagian besar bergantung pada kepandaian mereka untuk mengajar secara mandiri dan sekaligus memonitor hasil belajar mereka. Hal tersebut memperkuat alasan mengapa strategi-strategi belajar mutlak diajarkan kepada siswa secara khusus. Siswa akan dituntun untuk belajar tentang berbagai macam strategi yang ada dan bagaimana menggunakan strategi-strategi itu dengan benar. Kepiawaian sorang guru menerapkan strategi-strategi belajar akan berpengaruh pada proses pembelajaran yang dipimpinnya. Lebih lanjut diharapkan guru melatih strategi-strategi belajar pada siswa untuk membentuk sikap belajar siswa menjadi pebelajar mandiri.

Anonymous said...

Belajar yang baik menurut saya adalah belajar yang memberikan pemahaman serta pengaplikasian dalam kehidupan sehari-hari. Dimana menurut pengertian bahwa belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku.
Strategi belajar yang digunakan sebaiknya menggunakan multimetode dan multimedia. Karena belum tentu satu metode itu cocok diterapkan pada satu materi cocok pula untuk materi yang lain. Maka dari itu seorang guru haruslah menguasai strategi belajar secara menyeluruh. Dimana strategi belajar sendiri adalah pola perncanaan kegiatan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pendidikan.
Jadi proses pembelajaran dikatakan berjalan dengan baik jika tujuan dari pembelajaran tersebut telah tercapai.
Dan banyak jalan yang dapat ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut.

anisa/p.kimia/4301407018 said...

menurut saya, strategi belajar adalah pendekatan dalam mengelola kegiatan belajar dengan menyelaraskan antara urutan kegiatan, materi pelajaran, peralatan dan bahan serta waktu yang digunakan untuk mencapai tujuan yg ditentukan. maka strategi belajar yg baik adalah dengan menguraikan materi pelajaran, memberi contoh dan latihan, tanya jawab, diskusi & apabila deperlukan media maka dapat digunakan( TV, komputer, dll) dan dalam melaksanakannya harus sesuai dengan waktu yg ditetapkan.
model mengajar yg cocok di Indonesia adalah memaparkan dahulu materi-materi yang ada, kemudian baru dilaksanakan latihan, diskusi maupun praktek.

Anonymous said...

Menurut saya strategi belajar yang baik adalah yang sesuai dengan situasi dan kondisi siswa. Bila sikon belum tercipta maka harus diupayakan pengkondisian sehingga suasana belajar terbentuk. Siswa harus diberi semacam sugesti, acuan, agar tercipta keinginan dalam hati. Bila keinginan sudah muncul, maka proses belajar akan menjadi lebih menyenangkan. Bila belajar dengan kondisi yang demikian, maka input siswa akan semakin baik. Bila input baik, maka pemrosesan hasil belajar akan lebih baik pula. Dan bila hasil belajar telah diproses sedemikian rupa, maka output atau keluaran dari siswa akan baik pula. Hal ini tentu tidak akan terjadi kalau kondisi belajar tidak mendukung. Belajar dengan perasaan terpaksa akan membuat otak tidak berfungsi secara maksimal. Maka yang perlu kita lakukan adalah mengkondisikan diri dan tempat belajar sesuai dengan apa yang kita harapkan dalam proses belajar.

Anonymous said...

Menurut saya strategi belajar yang paling baik adalah yang dapat mengoptimalkan seluruh kemampuan siswa. Selain itu guru juga berperan dalam proses belajar, seorang guru harus dapat menguasai kelas dengan baik, dapat membuat suasana belajar yang kondusif bagi siswa,materi yang diajarkan sesuai dengan minat siswa,dan menggaunakan metode yang menarik bagi siswa.
Menurut saya suatu model pembelajaran mungkin cocok untuk suatu atau beberapa materi bahasan saja, belum tentu cocok dngan materi bahasan yang lain.
jadi model pembelajaran harus disesuaikan dengan materinya. Model pembelajaran tidak harus satu, tetapi dapat digunakan beberapa macam model pembelajaran untuk suatu materi

Anonymous said...

Menurut saya, strategi belajar yang baik adalah belajar dengan memahami dan menguasai konsep serta lebih banyak melakukan latihan-latihan soal. Jika kita menguasai konsepnya maka jika dihadapkan dengan soal bentuk apapun, kita bisa menyelesaikannya. Dan dengan banyak latihan mengerjakan soal-soal, kita akan tahu letak kekurangan kita, dan konsep-konsep mana yang belum kita pahami, sehingga ada kecenderungan untuk lebih mendalami konsep tersebut. Kita dapat lebih mendalami konsep itu dengan menerapakannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pengetahuan itu bukan sekedar ada dalampikiran kita tetapi ada wujud nyatanya.
Sedangkan model mengajar yang cocok diterapkan di sistem pendidikan kita adalah model mengajar keterampilan karena dengan model mengajar tersebut, siswa tidak hanya mendapat konsep-konsep pelajaran tetapi juga mempunyai skill yang sangat berguna bagi kehidupannya. Keterampilan di sini dibedakan atas: -keterampilan intelektual yang meliputi keterampilan memecahkan soal, membuat jadwal, dan rencana kegiatan.
-psikomotor yang berupa ketertampilan dalam mempraktikkan konsep yang diberikan.

Anonymous said...

Strategi adalah suatu cara atau tindakan yang dapat dilakukan/ditempuh secara efektif untuk mencapai suatu tujuan tertentu.Jadi menurut saya,strategi belajar yang baik adalah belajar yang dilakukan secara kontinu.Artinya belajar sedikit demi sedikit akan tetapi dalam waktu yang berkelanjutan.Kita dapat mengacu bahwa 1x10 lebih baik daripada 10x1,walaupun kita tahu hasil perkaliannya sama.Maksudnya adalah belajar selama 1 jam yang dilakukan dalam waktu sepuluh hari secara berurutan hasilnya akan lebih baik bila dibandingkan dengan belajar yang dilakukan selama 10 jam dalam sehari.Selain itu,kita juga harus banyak latihan.Misalnya saja dalam ilmu eksak,kita tidak hanya harus menghafalkan rumus.Tetapi yang paling penting adalah bagaimana kita bisa memahaminya dengan baik sehingga dapat mengaplikasikannya.
Sedangkan model pembelajaran yang baik untuk adalah seorang guru menyampaikan meteri terlebih dahulu,kemudian memberi kesempatan kepada siswanya untuk bertanya,melakukan suatu diskusi kemudian membahasnya bersama-sama,dan sebagainya.Pokoknya seorang guru harus mampu menciptakan suasana yang aktif di kelas sehingga antara guru dan siswanya dapat berinteraksi dengan baik.

Anonymous said...

Strategi belajar mengajar yang baik menurut saya bila penerapan strategi dalam kegiatan belajar mengajar dilihat dari kemampuan siswa, tujuan, materi, alat dan media. setelah semua diperoleh strategi belajar baru bisa ditentukan mengajarnya sehingga tujuan pemebelajaran yang diinginkan dapat tercapai. model pembelajaran yang baik adalah menggabungkan dari beberapa model pembelajaran. karena bila seorang guru hanya menggunakan satu model dalam kegiatan belajar mengajar, maka proses pembelajaran kurang maksimal. tidak ada model pembelajaran yang sempurna bila digunakan untuk proses pembelajaran.

Anonymous said...

model pembelajran yang baik dan pas untuk diterapkan pada pendidikan kita adalah model pembelajran berupa pemahaman yang mencangkup aspek yang memang diperlukan untuk kehidupan kedepan yang secara langsung tepat guna sebagai bentuk implementasi dan aplikasi terhadap ilmu yang telah diajarkan di sekolah.

dalam hal ini siswa diminta untuk paham dan mengerti untuk apa mereka belajar dan gurupun paham bahwa mereka menyampaikan materi yang memang digunakan untuk kehidupan kelak dimasa mereka mendatang.

pemahaman disini mengatur materi perolehan yang seharusnya terletak pada kehidupan yang sewajarnya terjadi dan kehidupanpun menjadi berjalan atas materi yang telah disampaikan guru terhadap siswa melalui pemahaman yang jelas tadi.

dalam hal ini siswa tidak dituntut hafal saja, melainkan paham atas segala materi dan bahan ajar yang jelas dan mempersiapkan mereka siap melangkah saat mereka dewasa dalam menghadapi segala masalah yang mereka kelak akan hadapi.

fiorentina said...

strategi belajar yang efektif menurut saya adalah menerapkan metode yang bisa langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.selain itu para siswa dalam kegiatan belajar-mengajar dituntut untuk aktif, baik didalam kelas, maupun diluar kelas.sisea juga aktif mencari buku resensi sehingga pengetahuan yang didapatkannya lebih luas dan tidak hanya sebatas yang diterangkan oleh guru di dalam kelas.
para siswa juga tidak hanya menghapalkan ilmu yang didapatkannya, tetapi juga memahami dan menghayatinya. kemudian berusaha menerapkanya di dalam kehidupan sehari-hari.

Anonymous said...

Strategi pembelajaran yang baik adalah yang bercirikan empat hal, yaitu :
1. Sintaksis : adanya stimulus dari guru untuk merespon pendapat siswa.
2. Hubungan guru-murid yang ditunjukkan guru sebagai fasilitator dan para siswa aktif belajar sendiri.
3. Adanya system penunjang yang baik seperti kondisi, badan dan alat atau fasilitas.
4. Dampak instruksional dan pengiring yaitu efek hasil belajar baik langsung maupun tidak.
Model pembelajaran yang tepat untuk diterapkan di Indonesia adalah model mengajar guru dengan strategi lecture karena system ini bersifat mengantarkan atau menggiring langkah siswa dalam belajar. Siswa diarahkan dengan dibantu menyusun garis besar, penyimpulan dan guru menggunakan metode belajar yang bervariasi sesuai keadaan. Hal ini cocok dengan keadaan siswa pada umumnya di Indonesia.

Anonymous said...

kalau menurut saya yang baik adalah anatar guru dan siswa dapat aktif dalam pembelajran serta ada interaksi anatara keduanya sehingga apabila ada murid ynag bertanya guru dapat menjawab dan mengembangkan pertanya sehingga dapat memperluas apengetahuan siswsnya.
Ekoriyanto
5301407004PTE

Anonymous said...

Menurut saya belajar yang baik adalah belajar dengan melibatkan sebagian besar atau banyak anggota tubuh kita. Misalnya saja kita belajar dengan hanya membacanya saja, itu tidak akan membekas atau terekam secara baik dalam otak kita dengan kata lain cepat terlupakan. Akan berbeda jika belajar dengan cara membaca,lalu merangkum,kemudian latihan mengerjakan soal-soal. Cra belajar seperti ini akan lebih efektif dan lebih membekas dalam ingatan, karena banyak anggota tubuh kita yang terlibat saat belajar. Saat membaca mata dan mulut terlibat, saat merangkum tangan dan mata terlibat, kemudian saat mengerjakan soal otak terlibat.
Dengan begitu model pembelajaran yang paling baik menurut saya adalah model QUANTUM TEACHING. Karena model ini sejalan dengan apa yang saya paparkan di atas. Yakni proses belajar yang melibatkan banyak anggota tubuh.

ERI KRISTIANI said...

Model mengajar dikatakan cocok/paling baik untuk diterapkan di sistem pendidikan Indonesia, hal itu sangat relatif, tergantung kepada siapa yang memandangnya. Menurut saya, metode mengajar yang baik yaitu metode mengajar yang dalam penerapannya secara umum bercirikan 5 hal, yaitu sintaksis, prinsip reaksi guru, sistem sosial, penunjang, dan efek instruksional dan pengiring.

Sintaksis adalah penerapan suatu model mengajar dimana urutan kegiatan belajar yang dilakukan siswa seharusnya nampak.

Prinsip reaksi/respon guru adalah membimbing siswa menyusun definisi konsep, melakukan pembetulan jika latihan dasar berdasarkan kriteria belum dikuasai, menaruh perhatian terhadap siswa yang kurang sungguh-sungguh melakukan latihan, peka terhadap sikap siswa yang kurang perhatian /konsentrasi terhadap pelajaran, menjaga agar jawaban siswa murni dari siswa sendiri, dsb.

Sistem sosial menekankan pada hubungan individu (siswa) dengan lingkungan sosialnya.

Sistem penunjang dapat berupa kondisi, bahan, dan alat yang diperlukan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar agar tujuan tercapai secara secara efektif.

Metode pembelajaran akan memberikan efek instruksional dan pengiring. Efek instruksional adalah hasil belajar yang dicapai langsung seperti yang dirumuskan dalam tujuan instuksional, sedangkan efek pengiring adalah hasil belajar lain yang merupakan efek pembelajaran yang dialami siswa secara tidak langsung dari guru.

ERI KRISTIANI said...

NAMA : ERI KRISTIANI
NIM : 4101407009
ROMBEL : 32
EMAIL : eri_kristiani@yahoo.com

Anonymous said...

Strategi belajar-mengajar adalah cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan materi pelajaran dalam lingkungan pengajaran tertentu, yang meliputi sifat, lingkup dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada siswa (Gerlach dan Ely). Strategi belajar-mengajar terdiri atas semua komponen materi pengajaran dan prosedur yang akan digunakan untuk membantu siswa mencapai tujuan pengajaran tertentu dengan kata lain strategi belajar-mengajar juga merupakan pemilihan jenis latihan tertentu yang cocok dengan tujuan yang akan dicapai (Gropper).Menurut saya, strategi belajar yang baik adalah yang meliputi mengajarkan siswa bagaimana belajar, bagaimana mengingat, bagaimana berpikir, dan bagaimana memotivasi diri mereka sendiri sehingga akan terbentuk siswa atau pebelajar yang mandiri serta dapat mengembangkan semua kemampuan yang dimilikinya. Sedangkan untuk model pembelajaran yang cocok, menurut saya model pembelajaran itu bersifat spesifik yang artinya satu model pembelajaran mumgkin cocok untuk materi pelajaran tertentu akan tetapi belum tentu cocok bila digunakan untuk materi pelajaran lainnya. Jadi, tidak ada suatu model pembelajaran yang cocok untuk semua materi pelajaran karena setiap materi dan tujuan pengajaran berbeda satu sama lain.

tazul said...

Strategi belajar yang baik tidak bisa ditentukan secara mutlak. Strategi belajar yang baik tergantung yang melaksanakannya. hal itu dikaenakan kemampuan dan kebiasaan manusia yang relatif tidak sama. strategi balajar yang baik menurut saya, belajar secara teratur dan dengan cara sedikit demi sedikit dan ditunjang dengan materi, media yang dapat menambah pemahaman belajar.
Model mengajar dikatakan paling baik untuk diterapkan di sistem pendidikan Indonesia sangat relatif.
Metode mengajar yang baik yaitu metode mengajar yang dalam penerapannya secara umum bercirikan 5 hal, yaitu: sintaksis, prinsip reaksi guru, sistem sosial, penunjang, dan efek instruksional dan pengiring.

1. Sintaksis adalah penerapan suatu model mengajar dimana urutan kegiatan belajar yang dilakukan siswa seharusnya nampak.

2. Prinsip reaksi/respon guru adalah membimbing siswa menyusun definisi konsep, melakukan pembetulan jika latihan dasar berdasarkan kriteria belum dikuasai, menaruh perhatian terhadap siswa yang kurang sungguh-sungguh melakukan latihan, peka terhadap sikap siswa yang kurang perhatian /konsentrasi terhadap pelajaran, menjaga agar jawaban siswa murni dari siswa sendiri, dsb.

3. Sistem sosial menekankan pada hubungan individu (siswa) dengan lingkungan sosialnya.

4. Sistem penunjang dapat berupa kondisi, bahan, dan alat yang diperlukan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar agar tujuan tercapai secara secara efektif.

5. Metode pembelajaran akan memberikan efek instruksional dan pengiring. Efek instruksional adalah hasil belajar yang dicapai langsung seperti yang dirumuskan dalam tujuan instuksional, sedangkan efek pengiring adalah hasil belajar lain yang merupakan efek pembelajaran yang dialami siswa secara tidak langsung dari guru.

tazul said...

Yuniar Tazul Arifin
4101407011/P.Mat 1A
tazul_apin_yta@yahoo.com

Anonymous said...

Hesti Darmayanti/ 4301405095/ rombel 33
Strategi pembelajaran diartikan sebagai pendekatan dalam mengelola kegiatan pembelajaran dengan mengintegrasikan komponen urutan kegiatan, cara mengorganisasi materi dan siswa, peralatan dan bahan serta waktu yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan secara efektif dan efisien.
Strategi yang paling baik menurut saya adalah strategi yang implementasinya dilihat dari sudut pandang/segi tujuan belajar yaitu strategi pembelajaran kognitif, afektif, dan psikomotor. Karena dengan strategi ini dapat dilihat perubahan kecerdasan (kognitif) siswa yang tadinya tidak mengetahui apa-apa menjadi tahu, lalu dimunculkan dengan perilaku (afektif) dan keterampilan (psikomotor). Jadi dengan strategi ini hasil belajar siswa lebih mudah untuk dilihat dan dinilai serta menghasilkan keluaran yang real.
Model pembelajaran yang paling baik menurut saya adalah model pemrosesan informasi, karena lebih mudah diterapkan oleh guru. Model pemrosesan informasi menekankan pada pembentukan tingkah laku dalam hal cara-cara memperoleh dan mengorganisir data, memikirkan dan memecahkan masalah, serta menggunakan simbol verbal/bahasa. Model mengajar yang tergolong dalam pemrosesan informasi antara lain: model pembelajaran berfikir induktif yaitu subyek belajar mendapat pesan dari pengalaman/fakta baru diformulasikan dalam pengertian atau konsep; pembentukan konsep yaitu menanamkan suatu konsep ilmu pengetahuan siswa dengan cara menemukan sendiri; advance organization dalam model lecturing yaitu penyampaian sejumlah besar informasi dalam waktu singkat dan mempermudah siswa memperoleh materi yang jelas dan sederhana dibanding dengan menyajikan dalam bentuk teks; dan sebagainya.

Anonymous said...

Mungkin yang dimaksud pada pertanyaan ini adalah strategi belajar-mengajar ya? kan beda, pengertian dari strategi belajar dengan strategi belajar-mengajar. Strategi belajar-mengajar diartikan sebagai pola umum perbuatan guru–siswa dalam mewujudkan proses pembelsajaran yang efektif dan efisien. Atau dapat pula diartikan sebagai keseluruhan aktivitas guru dalam rangka menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif bagi tercapainya tujuan pembelajaran. Dikatakan pola umum karena : dalam perwujudannya dimungkinkan adanya variasi, karena diwarnai oleh komponen-komponennya (Raka Joni, 1982). Atau dengan kata lain, Stategi belajar-mengajar masih memerlukan penjabaran dan pengembangan lebih lanjut, seperti :pendekatannya, metode atau tekiniknya, dsb.
Aktivitas guru yang dimaksudkan adalah serangkaian/keseluruhan kegiatan dalam pemilihan dan penentuan metode pembelajaran, yang terdiri dari pemilihan dan penentuan pendekatan, model belajar, metode/teknik mengajar, dengan mempertimbangkan materi pelajaran, peralatan dan bahan (media) pembelajaran, serta waktu yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan, yaitu: mencapai kompetensi dasar, secara efektif danm efisien. Efektif berarti dapat mencapai sasaran secara tepat. Efisien berarti dengan sumber daya yang “sedikit” dapat mencapai kompetensi seoptimal mungkin. Jadi, strategi belajar-mengajar yang baik adalah strategi belajar-mengajar yang bisa mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien. Ini tidak lain dan tidak bukan dimiliki oleh strategi belajr-mengajar yang komponen-komponen pembelajarannya diorganisir secara rapi dan seimbang.
Mengenai kriteria/penentuan model mengajar yang yang baik adalah tidak mudah. Karena : model mengajar sama halnya dengan pendekatan pembelajaran dan metode mengajar, yaitu : efektifitas penggunaannya dapat terjadi hanya jika ada kesesuaian antara model mengajar dengan semua komponen pembelajaran yang telah diprogramkan, yang meliputi : karakteristik materi, karakteristik dan jumlah siswa, sumber belajar (fasilitas) yang ada, waktu yang tersedia, tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, dsb.

Anonymous said...

Mungkin yang dimaksud pada pertanyaan ini adalah strategi belajar-mengajar ya? kan beda, pengertian dari strategi belajar dengan strategi belajar-mengajar. Strategi belajar-mengajar diartikan sebagai pola umum perbuatan guru–siswa dalam mewujudkan proses pembelsajaran yang efektif dan efisien. Atau dapat pula diartikan sebagai keseluruhan aktivitas guru dalam rangka menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif bagi tercapainya tujuan pembelajaran. Dikatakan pola umum karena : dalam perwujudannya dimungkinkan adanya variasi, karena diwarnai oleh komponen-komponennya (Raka Joni, 1982). Atau dengan kata lain, Stategi belajar-mengajar masih memerlukan penjabaran dan pengembangan lebih lanjut, seperti :pendekatannya, metode atau tekiniknya, dsb.
Aktivitas guru yang dimaksudkan adalah serangkaian/keseluruhan kegiatan dalam pemilihan dan penentuan metode pembelajaran, yang terdiri dari pemilihan dan penentuan pendekatan, model belajar, metode/teknik mengajar, dengan mempertimbangkan materi pelajaran, peralatan dan bahan (media) pembelajaran, serta waktu yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan, yaitu: mencapai kompetensi dasar, secara efektif danm efisien. Efektif berarti dapat mencapai sasaran secara tepat. Efisien berarti dengan sumber daya yang “sedikit” dapat mencapai kompetensi seoptimal mungkin. Jadi, strategi belajar-mengajar yang baik adalah strategi belajar-mengajar yang bisa mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien. Ini tidak lain dan tidak bukan dimiliki oleh strategi belajr-mengajar yang komponen-komponen pembelajarannya diorganisir secara rapi dan seimbang.
Mengenai kriteria/penentuan model mengajar yang yang baik adalah tidak mudah. Karena : model mengajar sama halnya dengan pendekatan pembelajaran dan metode mengajar, yaitu : efektifitas penggunaannya dapat terjadi hanya jika ada kesesuaian antara model mengajar dengan semua komponen pembelajaran yang telah diprogramkan, yang meliputi : karakteristik materi, karakteristik dan jumlah siswa, sumber belajar (fasilitas) yang ada, waktu yang tersedia, tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, dsb.

Anonymous said...

Siti rondiyah (pend.kimia/4301405002)
Mungkin yang dimaksud pada pertanyaan ini adalah strategi belajar-mengajar ya? kan beda, pengertian dari strategi belajar dengan strategi belajar-mengajar. Strategi belajar-mengajar diartikan sebagai pola umum perbuatan guru–siswa dalam mewujudkan proses pembelsajaran yang efektif dan efisien. Atau dapat pula diartikan sebagai keseluruhan aktivitas guru dalam rangka menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif bagi tercapainya tujuan pembelajaran. Dikatakan pola umum karena : dalam perwujudannya dimungkinkan adanya variasi, karena diwarnai oleh komponen-komponennya (Raka Joni, 1982). Atau dengan kata lain, Stategi belajar-mengajar masih memerlukan penjabaran dan pengembangan lebih lanjut, seperti :pendekatannya, metode atau tekiniknya, dsb.
Aktivitas guru yang dimaksudkan adalah serangkaian/keseluruhan kegiatan dalam pemilihan dan penentuan metode pembelajaran, yang terdiri dari pemilihan dan penentuan pendekatan, model belajar, metode/teknik mengajar, dengan mempertimbangkan materi pelajaran, peralatan dan bahan (media) pembelajaran, serta waktu yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan, yaitu: mencapai kompetensi dasar, secara efektif danm efisien. Efektif berarti dapat mencapai sasaran secara tepat. Efisien berarti dengan sumber daya yang “sedikit” dapat mencapai kompetensi seoptimal mungkin. Jadi, strategi belajar-mengajar yang baik adalah strategi belajar-mengajar yang bisa mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien. Ini tidak lain dan tidak bukan dimiliki oleh strategi belajr-mengajar yang komponen-komponen pembelajarannya diorganisir secara rapi dan seimbang.
Mengenai kriteria/penentuan model mengajar yang yang baik adalah tidak mudah. Karena : model mengajar sama halnya dengan pendekatan pembelajaran dan metode mengajar, yaitu : efektifitas penggunaannya dapat terjadi hanya jika ada kesesuaian antara model mengajar dengan semua komponen pembelajaran yang telah diprogramkan, yang meliputi : karakteristik materi, karakteristik dan jumlah siswa, sumber belajar (fasilitas) yang ada, waktu yang tersedia, tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, dsb.

Anonymous said...

Metha (4301405062)
Strategi belajar yang baik hendaknya melibatkan komponen-komponen berikut :
1. Urutan kegiatan pembelajaran, yang terdiri atas tiga tahap yaitu pendahuluan, penyajian dan penutup. Pada tahap pendahuluan guru menginformasikan tujuan, gambaran singkat materi yang akandisajikan dan menghubungkan pesan pembelajran dengan pengalmaan subyek belajar. Pada tahap penyajianatau inti pelajaran, terdiri dari kegiatan menguraikan isi pelajaran, memberi contoh dan memberi latihan. Maka dalam tahap ini akan melibatkan pendekatan, metode, media, dan waktu. Pada tahap penutup sebgai kegiatan akhir pembelajaran terdiri kegiatan pemberian tes formatif dan balikan serta tindak lanjut.
2. Metode atau teknik
Komponen metode pembelajaran ini memuat pendekatan, model mengajar, metode atau teknik mengajar
3. Media pembelajaran
Media pembelajaran mencakup media visual, auditif, benda tiruan atau nyata, dan lain-lain.
4. Waktu
Dalam mewujudkan pembelajaran diperlukan waktu sesuai dengan waktu jam pertemuan.

Untuk menentukan model pembelajaran yang paling sesuai, tidaklah mudah sebab menurut saya, semua materi pelajaran membutuhkan model dan strategi belajar yang berbeda-beda. Tidak bisa satu model pembelajaran digunakan untuk semua materi pembelajaran. Model pembelajaran harus disesuaikan dengan materi yang disampaikan, keadaan siswa, kondisi lingkungan saat KBM berlangsung serta sarana dan prasarana yang ada.Menurut saya semua model pembelajaran itu baik atau sesuai bila dilakukan pada materi yang cocok dan pada sikon yang sesuai pula dengan keadaan siswa

www.nurmasiyamita.blogspot.com said...

Menurut saya strategi belajar yang paling baik adalah yang dapat mengoptimalkan seluruh kemampuan siswa. Selain itu guru juga berperan dalam proses belajar, seorang guru harus dapat menguasai kelas dengan baik, dapat membuat suasana belajar yang kondusif bagi siswa,materi yang diajarkan sesuai dengan minat siswa,dan menggaunakan metode yang menarik bagi siswa.
Menurut saya suatu model pembelajaran mungkin cocok untuk suatu atau beberapa materi bahasan saja, belum tentu cocok dngan materi bahasan yang lain.
jadi model pembelajaran harus disesuaikan dengan materinya. Model pembelajaran tidak harus satu, tetapi dapat digunakan beberapa macam model pembelajaran untuk suatu materi

lina agustina said...

Lina Agustina(pend.mat/4101407010)
strategi belajar adalah cara-cara yang digunakan oleh setiap orang dalam memahami materi2 pembelajran. Setiap orang menpunyai strategi belajar yang berbeda-beda, sedangkan strategi belajar yang menurut saya baik dan yang saya gunakan adalah sebisa mungkin saya mengerti dan memahami apa yang diajarkan oleh pendidik langsung di kelas, sehingga untuk mencapai itu semua saya mencoba mampelajari terlebih dahulu materi2 yang akan diberikan. Namun ada kalanya cara ini kurang efektif sehingga saya harus mengulanginya kembali materi2 yang telah saya dapat di kelas.

Anonymous said...

menurut saya strategi belajar yang baik adalah belajar bukan hanya dari buku atau dari penjelasan guru saja tetapi disini kita belajar dar sumber apa saja yang bisa dipercaya kebenarannya bukan hanya asal belajar. Karena belajar adalah perubahan yang terjadi pada 3 aspek yaitu kognitif,psikomotor dan afektif.belajar disini bukan hanya untuk menguatkan salah satu aspek tapi harus menguatkan seluruh aspek.Strategi belajkar yang dipakai dalam hal ini adalah menggunakan seluruh kemampuan, potensi yang ada dalam masing-masing individu.Strategi belajar untuk siswa biasanya adalah dalam memahami suatiumateri sehingga apa yang dijelaskan oleh guru dapat dicerna dan mendapatkan hasil yang baik pada tahap evaluasi.Kalua menurut saya strateginya adalah setiap proses belajar mengajar siswa harus mendengarkan gurunya dengan baik agar apa yang dikatakan gur dapat dipahami kemudian tanyakan sesuatu yang kiranya kurang paham.Siswa harus "buka mata,buka telinga, buka mulut lebar-lebar" baik didalam maupun diluar kelas ( Siswa melihat, mendengar dan bertanya tentang sesuatu yang belum atau kurang diketahui)sehingga dengan semua itu pengetahuan siswa akan bertambah bukan hanya itu saja kemampuan afektif dan psikomotriknyapun akan berkembang pula. Intinya adalah Buka mata,telinga dan mulut lebar-lebar Dan amati apa yanga da di sekeliling kita.

Anonymous said...

Stategi Belajar yang baik tergantung dari faktor diri sendiri selain itu juga ada faktor dari lingkungan dan materi yang dibawakan. jika seseorang tersebut sudah tidak suka akan pelajaran yang diberikan maka dengan sendirinya maka dia tidak akan paham tentang materi yang dibawakan. Model mengajar yang baik adalah dengan cara pembawaan materi misalkan jika materi tersebut sulit tetapi jika penyampaiannya disertai dengan santai maka akan membuat orang mengerti atau istilahnya ( sersan ) serius tapi santai lain jika materinya mudah tetapi tertalu serius akan membuat murid akan tidak peham

Anonymous said...

strategi belajar yang baik itu harus efektif dan efisien dengan menciptakan suasana belajar yang kondusif shg siswa lebih termotivasi. menurut saya,semua materi pelajaran membutuhkan model dan strategi belajar yang berbeda-beda. Tidak bisa satu model pembelajaran digunakan untuk semua materi pembelajaran shg perlu disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan dan tujuan yang ingin dicapai dari pembelajaran materi tsb.
adetya sandy 4301405065

Anonymous said...

strategi belajar yang baik adalah yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan potensi atau kemampuan yang dimiliki.
ada yag lebih mudah dengan menghafal, ada yang lebih mudah dengan latihan.
model mengajar yang paling cocok di terapkan adalah model kontekstua yang sedikit banyak tetap dipadu dengan model konvensional, yang jelas menyesuaikan dengan keadaan

afit-josh said...

tambahan...
jika merujuk pada buku teori pembelajaran karya pak achmad sugandi, maka menurut saya model mengajar yang paling cocok adalah model mengajar keterampilan, karena sekarang ini skill lah, baik hard maupun soft skill yang digunakan. tidak hanya teori.

Anonymous said...

pada dasarnya semua model pembelajaran mempunyai kelebiahan masing2. pada kenyataannya kita tdk bisa hanya menggunakan 1 model pembelajaran saja, ini tergantung dari materi yangn dusajikan dan pendekatan yang akan digunakanjuga sarana dan prsarana yang ada,misalnya jika kita ingin menggunakan metode SETS untuk menerapkan materi tsb dalam bid teknlogi dan lingkngan, bisa juga kita menggunakan metode konseptual
intinya model mengajar yang baik adalah mengajar yang dapat memanfaatkan metode dengan tepat sesuai dg materi yang akan disampaikan
diah indriyani
4301405084
chuiyin_niez@yahoo.com

Anonymous said...

strategi belajar yang baik menurut saya adalah belajar yang disertai dengan praktek.dengan begitu,kita tidak hanya hafal materi saja.tapi penerapannya dalam kehidupanpun bisa.jadi,ilmu yang kita pelajari bisa langsung digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
model pembelajaran yang cocok menurut saya,tergantung dari materi yng dipelajari.karena model pembelajaran satu dengan lainnya bisa saling melengkapi.yang terpenting,siswa bisa memahami materi yang disampaikan.

Anonymous said...

ENI LESTARI,2102407098,Pend.Bhs.Jawa
Strategi belajar yang baik adalah strategi pembelajaran yang dapat mewujudkan proses pembelajaran yang efektif dan efisien, menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif, mampu mengelola kegiatan pembelajaran dengan mengintegrasikan komponen urutan kegiatan,cara mengorganisasi materi dan siswa, peralatan dan bahan serta waktu yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan secara efektif dan efisien.
Model mengajar yang paling baik untuk diterapkan di sistem pendidikan Indonesia,menurut saya adalah Model Pembelajaran Konsep(Concept Attainment Model). Konsep merupakan struktur mental yang digunakan untuk mengorganisasikan dan mengkategorikan kenyataan. Model pembelajaran konsep sesuai untuk menanamkan suatu konsep ilmu pengetahuan siswa dengan cara menemukan sendiri. Hal ini akan menjadikan siswa senantiasa aktif mengembangkan pengetahuan dan potensinya.
a. Sintaksis
Mengenalkan nama-nama yang berhubungan dengan konsep yang diajarkan kepada siswa memberi kemungkinan kepada siswa untuk mengenal ciri-ciri konsep yang bersangkutan, membedakan contoh dengan yang bukan dari suatu hal yang ditunjukan oleh konsep itu, menyusun definisi/kesimpulan dari suatu yang dikonsepkan.
b. Respon Guru
Respon guru dalm model pembelajaran ini berupa:menjaga agar jawaban siswa murni dari siswa sendiri,membimbing siswa menyusun definisi konsep.

Anonymous said...

menurut saya belajar yang baik adalah memahami apa yang telah diajarkan selama proses belajar sekaligus dapat menyelesaikan soal-soal atau tugas yang diberikan pengajar. Sedangkan model mengajar yang baik adalah model pengajaran personal, karena pengajar akan lebih mengerti pribadi masing-masing muridnya, sehingga akan lebih mudah untuk memahami karakteristik siswa didiknya.


khaireni P (4201407005)
Pend. Fisika

Vina Mariana said...

Vina Mariana (2201407003/ Pendidikan Bahasa Inggris/ Fakultas Bahasa dan Seni UNNES/ Rombel 9/ B1 207/ 201-202)
Strategi belajar diartikan sebagai pendekatan dalam mengelola kegiatan pembelajaran dengan mengintegrasikan komponen urutan kegiatan, cara mengorganisasi materi dan siswa, peralatan dan bahan ajarserta waktu yang digunakan dalam proses pembelajaran unuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan secara efektif dan efisien. (PAU DIKTI, 2001)
Jadi, strategi belajar yang baik adalah yang dapat mengintegrasikan komponen urutan kegiatannya, cara mengorganisasi materi dan peserta didik, peralatan dan bahan ajar serta waktu yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan secara efektif dan efisien.
Dalam strategi pembelajaran tentu akan selalu melibatkan model mengajar. Model mengajar yang cocok diterapkan pada sistem pendidikan kita adalah model belajar yang terintegrasi atau kesatuan secara bervariasi dengan disesuaikan kondisi peserta didik pada waktu itu. Jadi seorang pendidik tidak hanya menggunakan sebuah model pembelajaran saja tetapi dapat menggunakan model pembelajaran lain secara bervariasi dan disesuaikan dengan keadaan kondisi peserta didik pada waktu itu.
Contohnya: pada pagi hari pendidik dapat menggunakan model pembelajaran menghafal karena ketika itu kondisi peserta didik masih segar dan bugar. Namun, ketika siang hari pendidik dapat menggunakan model pembelajaran ceramah dengan banyak disisipi cerita, karena kondisi peserta didik yang sudah mulai mengantuk misalnya.

Anonymous said...

trategi yang baik menurut sy, strategi yg mampu mencapai tujuan pembelajaran scr maksimal. terjadi pemahaman scr maksimal thdp konsep materi ajar dan bs mengimplikasikan k dlm khdpn nyata.
model mengajar yg cocok adlh model mengajar ketrampilan. suatu ketrampilan di indonesia mrpkn modal utama untk bs bekerja. dlm dunia krj, bnyk yg mncari org terampil. mk lbh baik para siswa dibekali ketrampilan yang ckup.
klo sekolah tinggi2 tp g pny ketrampilan kan pdho wae g bs kerja...
LAthifa ajria farhati
2102407014
pend. bhs jawa

Anonymous said...

Puspita Puji Fitriana(4301405083)
pend. Kimia(rombel 33)

Strategi belajar yang baik adalah dengan memenfaatkan seluruh indra tubuh dalam proses belajar itu sendiri. Jadi tidak hanya mengingat dan menghafal. Dalam belajar juga perlu pemahaman. kita akan lebih mudah menghafal materi jika kita memahami materi tersebut, dan hal ini akan lebih lama tinggal dalam ingatan/lebi lama diingat daripada hanya menghafal tanpa memahami materinya. akan tetapi masing-masing individu memiliki kemampuan yang berbeda dalam belajar, sehingga dalam strategi yang dipilih juga berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. oleh karena itu strategi belajar yang tepat tergantung dari kemampuan menyerap pelajaran maing-masing individu itu sendiri.
model mengajar yang paling cocok diterapkan dalam sistem pendidikan kita menurut saya adalah model mengajar yang dapat memanfaatkan metode dengan tepat sesuai dg materi yang akan disampaikan. misal untuk materi yang sulit dipahami, kita bisa menggunakan model mengajar kontekstual. untuk materi yang ada kaitannya dengan kehidupan sehari-hari kita bisa menggunakan model SETS. untuk materi percobaan kita bisa menggunakan model pembelajaran dengan ketrampilan proses dsb.

Anonymous said...

MENURUT SAYA STRATEGI BELAJAR YANG BAIK ADALAH Pembelajaran yang berhasil dilakukan dan mencapai tujuan secara maksimal.

Anonymous said...

menurut saya strategi belajar yang baik adalah yang mampu mencapai tujuan yang diinginkan.dan yang paling cocok adalah strategi pembelajaran koognitif.

NURMALITASARI 5401407063
PEND. BUSANA

Anonymous said...

Menurut saya,strategi belajar yang baik adalah dengan berusaha memahami dan mengerti apa yang telah disampaikan guru serta mengerjakan latihan-latihan soal yang diberikan.Selain itu kita harus bisa mengulangi lagi pelajaran yang disampaikan di rumah agar apa yang telah kita dapatkan di sekolah tidak sia-sia. Apabila ada sesuatu yang berkenaan dengan pelajaran yang kurang kita mengerti,kita harus berani untuk bertanya kepada guru atau teman yang sudah paham sehingga apa yang kurang dipahami dari kita mendapat jawabannya.Mengenai model mengajar yang baik,menurut saya seorang guru hendaknya mengenali karakter dari peseta didiknya dengan cara misalnya memberikan latihan-latihan soal.Dengan demikian guru dapat mengetahui kemampuan dari masing-masing siswa didiknya.

Anonymous said...

strategi belajar yang baik adalah dengan memberikan materi materi yang selalu mengikuti perkembangan dengan ditunjang oleh aplikasinya.Jadi setiap siswa dapat langsung mempraktkan materi tersebut.

Anonymous said...

VISCARIA MUFTIANA
4101404541
PENDIDIKAN MATEMATIKA
Menurut saya strategi belajar yang baik mendasarkan pada pendekatan dalam mengelola kegiatan pembelajaran dengan mengintegrasikan komponen urutan kegiatan, cara mengorganisasikan materi pelajaran, peralatan dan bahan serta waktu yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan yang talah ditentukan secara efektif dan efisien.
Menurut saya model mengajar yang baik adalah model mengajar personal, karena seorang pengajar akan lebih mengerti pribadi masing-masing muridnya (siswa), sehingga akan lebih mudah untuk memahami karakteristik murid (siswa )didiknya.

Arga said...

Menggunakan metode kombinasi dan sesuai dengan mata pelajaran yang akan diajarkan. Metode belajar kombinasi antara lain seperti metode ceramah, metode tanya jawab, metode diskusi dan metode yang menggunakan medis pembelajaran.

Anonymous said...

Menurur saya langkah-langkah belajar efektif adalah dengan peserta didik mengetahui diri sendiri., kemampuan belajar dari tiap individu peserta didik., proses yang berhasil kita gunakan., dan dibutuhkan minat., dan pengetahuan atas mata pelajaran yang kita inginkan..
keberhasilan siswa belajar bergantung kepada kepandaian perta didik itu sendiri untuk belajar secara mandiri dan sekaligus memonitor hasil belajar mereka sendiri seca individu maupun kelompok.. Hal tersebut memperkuat alasan mengapa strategi-strategi belajar mutlak diajarkan kepada siswa secara khusus. Siswa akan dituntun untuk belajar mengenai berbagai macam strategi yang ada dan bagaimana menggunakan strategi-strategi itu dengan benar..
Empat jenis strategi belajar., yaitu strategi mengulang., strategi elaborasi., strategi organisasi., strategi metakognitif..
Sedangkan model mengajar yang saya anggap paling baik adalah penerapan model modifikasi tingkah laku..,hal ini dikarenakan model ini menekankan pada perilaku yang terobservasi metode bagaimana memanipulasi penguatan (reinforcement)..
Adapun ciri-ciri pembelajaran ini berupa pemecahan tugas cenderung melalui sejumlah perilaku kecil-kecil., dengan langkah-langkah konkrit dan dapat diamati..
Misalnya model pembelajaran ketrampilan dan model belajar tuntas.., yang dalam penerapannya guru harus paham betul apakah model tersebut bisa diterapkan pada pokok materi yang diajarkan atau tidak..