Google
 

Wednesday, December 19, 2007

Latihan 14 (Teori Pembelajaran).

Dalam pembahasan konsepsi pembelajaran, kita mengenal ada 4 aliran/paham yang memandang pembelajaran. Menurut Saudara, mana yang paling baik (paling saudara sukai), mengapa?

38 comments:

Anonymous said...

menurut sya yang paling baik aadalah KBK seprti dahulu anatara siswa dan penddidik dapat bekerja s ama dalam artian bisa aktif dalam pembelajaran sehingga pembelajran dapat berjalan lancar, serta suasana dapat hidup kembali.
eko riyanto5301407004 pte

Anonymous said...

menurut saya konstruktivisme adalah paham yang baik untuk digunakan. dalam konstruktivisme pembelajaran berfungsi membekali kemampuan siswa mengakses berbagai informasi yang dibutuhkan dalam belajar. guru bukan sumber belajar melainkan seorang fasilitator dalam proses belajar. ia berfungsi membekali kemampuan siswa dalam menyeleksi informasi yang dibutuhkan. dalam pembelajaran ini siswa dibiasakan untuk memecahkan masalah, menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya, dan menemukan ide2 baru. siswa harus mengkontruksikan pengetahuan di benak mereka sendiri. esensi dari teori kontrukstivis adalah ide bahwa siswa harus menemukan dan mentransformasikan suatu informasi kompleks ke situasi lain. pembelajaran harus dkemas menjadi proses menkontruksi bukan menerima pengetahuan.

Anonymous said...

rtu

Anonymous said...

Menurut saya aliran pembelajaran yang baik adalah pembelajaran aliran kognitif,karena aliran ini memiliki 3 prinsip yaitu belajar aktif,belajar lewat interaksi sosial&belajar lewat pengalaman sendiri.Dimana dalam ketiga prinsip itu memuat cara-cara pembelajaran yang baik diantaranya dalam pembelajaran siswa dituntut untuk menemukan pengetahuan sendiri&menerapkan dalam kehidupan riilnya,walaupun disamping itu guru tetap berperan namun lebih kecil&aliran pembelajaran ini memiliki tujuan pembelajaran yang terarah.

Mely_niezt said...

Meliana fuadifah/4101407012
Menurut saya aliran yang paling baik adalah yang ke4 yaitu prinsip pembelajaran dalam rangka pencapaian ranah tujuan karena didalamnya ada prinsip pengaturan kegiatan kognitif, prinsip pengaturan kegiatan afektif,prinsip pengaturan kegiatan psikomotorik. dalam prinsip pengaturan kognitif orang yang menggunakan alur pikir dalam pemecahan masalah , ia akan berfikir dengan sistematis dan dapat mengontrol kegoatan kognitifnya,sehingga pembelajaran akan lebih efisien.

tazul said...

Menurut saya, yang paling baik adalah pembelajaran menurut aliran kognitif.
sebab pembelajaran tersebut merupakan belajar aktif yang memungkinkan siswa untuk belajar sendiri, belajar lewat interaksi sosial, maupun melalui pengalaman sendiri seperti yang diungkapkan oleh Jean Piaget.
aliran tersebut diterapkan seperti pada kurikulum yang sekarang, yaitu pada KBK dan KTSP yang mempunyai aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Yuniar Tazul Arifin
4101407011/P.Mat 1A
tazul_apin_yta@yahoo.com

Anonymous said...

menurut saya....
kita dapat menilai aliran yang mana yang paling bagus dan yang tidak,penerapannya dalam pembelajaranpun kita tidak boleh hanya menggantungkan pada satu aliran saja....
yang paling bagus menurut saya adalah dari keempat aliran itu kita gunakan secara bersama-sama,bukannya terpisah.Dan yang harus di garis bawahi pemakaian secara bersama-sama ini maksudnya adalah bahwa masing-masing aliran itu kita gunakan sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan.Ketika pada suatu kondisi tertentu penggunaan aliran kognitif itu dipandang efektif maka gunakanlah....
Tetapi ketika pada kondisi lain penggunaan aliran kognitif itu sulit untuk diterapkan maka gunakanlah 3 aliran lainnya yang sekiranya dapat berjalan dengan efektif dan menunjang keberhasilan proses pembelajaran.
JAdi pada dasarnya bukan pada aliran yang kita pandang baik,tetapi pada kondisi yang bagaimana kita dapat memilih aliran agar keefektifan proses belajar itu dapat terlaksana.

Nama : Muhammad Isro' Feriyanto
NIM : 4101407013

Anonymous said...

Teori belajar yang paling baik dan yang paling saya sukai adalah teori belajar kontemporer. Karena, teori belajar ini paling luas aplikasinya dan menekankan pada pembelajaran yang aktif, artinya: pengajar dan siswa sama-sama aktif, siswa mengkonstruksi pengetahuan (student-centered learning) dan pengajar aktif sebagai fasilitator. Siswa ditantang untuk membangun sendiri pemahaman atas fakta, konsep, hokum, dan teori, serta berbagi bentuk hubungan diantara unsure-unsur ilmu pengetahuan ini. Proses belajar dimulai pada saat siswa menerima dan menyeleksi rangsanagn yang masuk ke dalam struktur kognitifnya, dilanjutkan dengan pembentukan makna. Selanjutnya, makna atau pemahaman yang sudah terbentuk akan diuji/divalidasi dengan menggunakan memori jangka pendek dn jangka panjang yang juga sudahj ada di dalam struktur kognitif siswea, untuk diasumsikan atau diintergrasikan ke dalam struktur kognitif tersebut. Denagn demikian, struktur kognitif siswa menjadi lebih kaya, kompleks, dan lenkap. Struktur kognitif yang lebihkaya, kompleks, dan lengkap ini memungkinkan siswa untuk menjalani tugas-tugas belajar yang lebih tinggi derajatnya. Guru sebagi fasilitator artinya : guru menjadi orang yang siap memberikan bantuan kepada siswa/peserta didik bila diperlukan. Terutama, bantuan dalam menentukan tujuan belajar, memilih bahan dan media belajar, serta dalam memecahkan kesulitan yang tidak dapat dipecahkan siswa sendiri.
Teori belajar Kontemporer (konstruktivistik) paling luas aplikasinya karena konstruktivisme mampu menjawab dua tantangan dalam pembelajaran pada masa kini. Tantangan yang pertama, datang dari adanya perubahan persepsi tentang belajar itu sendiri dan tantangan kedua datang dari adanya teknologi informasi dan telekomunikasi yang memperlihatkan perkembangan yang luar biasa. Konstruktivisme menjawab tantangan yang pertama dengan meredefinisi belajar sebagai proses konstruktif dimana informasi diubah menjadi pengetahuan melalui proses interpretasi, korespondensi, representasi, dan elaborasi. Sementara itu, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu pesat yang menawarkan berbagai kemudahan-kemudahan baru dalam pembelajaran memungkinkan terjadinya pergeseran orientasi belajar dari outside-guided menjadi self-guided dan dari knowledge-as-possesion menjadi knowledge-as-construction. Lebih dari itu, teknologi ini ternyata turut pula memainkan peran penting dalam memperbaharui konsepsi pembelajaran yang semula fokus pada pembelajaran sebagai semata-mata suatu penyajian berbagai pengetahuan menjadi pembelajaran sebagai suatu bimbingan agar mampu melakukan eksplorasi sosial budaya yang kaya akan pengetahuan.
Konstruktivisme dan teknologi komputer, secara terpisah maupun bersama-sama telah menawarkan peluang-peluang baru dalam proses pembelajaran, baik di ruang kelas, belajar jarak jauh maupun belajar mandiri. Bentuk pembelajaran “student-centered learning” yang lain adalah belajar aktif, belajar kooperatif dan kolaboratif, generative learning, dan problem-based learning. Sedangkan model pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan teori konstruktivisme yang cuku terkenal sekarangialah pembelajaran kontekstual dan kuantum.

Anonymous said...

Teori belajar yang paling baik dan yang paling saya sukai adalah teori belajar kontemporer. Karena, teori belajar ini paling luas aplikasinya dan menekankan pada pembelajaran yang aktif, artinya: pengajar dan siswa sama-sama aktif, siswa mengkonstruksi pengetahuan (student-centered learning) dan pengajar aktif sebagai fasilitator. Siswa ditantang untuk membangun sendiri pemahaman atas fakta, konsep, hokum, dan teori, serta berbagi bentuk hubungan diantara unsure-unsur ilmu pengetahuan ini. Proses belajar dimulai pada saat siswa menerima dan menyeleksi rangsanagn yang masuk ke dalam struktur kognitifnya, dilanjutkan dengan pembentukan makna. Selanjutnya, makna atau pemahaman yang sudah terbentuk akan diuji/divalidasi dengan menggunakan memori jangka pendek dn jangka panjang yang juga sudahj ada di dalam struktur kognitif siswea, untuk diasumsikan atau diintergrasikan ke dalam struktur kognitif tersebut. Denagn demikian, struktur kognitif siswa menjadi lebih kaya, kompleks, dan lenkap. Struktur kognitif yang lebihkaya, kompleks, dan lengkap ini memungkinkan siswa untuk menjalani tugas-tugas belajar yang lebih tinggi derajatnya. Guru sebagi fasilitator artinya : guru menjadi orang yang siap memberikan bantuan kepada siswa/peserta didik bila diperlukan. Terutama, bantuan dalam menentukan tujuan belajar, memilih bahan dan media belajar, serta dalam memecahkan kesulitan yang tidak dapat dipecahkan siswa sendiri.
Teori belajar Kontemporer (konstruktivistik) paling luas aplikasinya karena konstruktivisme mampu menjawab dua tantangan dalam pembelajaran pada masa kini. Tantangan yang pertama, datang dari adanya perubahan persepsi tentang belajar itu sendiri dan tantangan kedua datang dari adanya teknologi informasi dan telekomunikasi yang memperlihatkan perkembangan yang luar biasa. Konstruktivisme menjawab tantangan yang pertama dengan meredefinisi belajar sebagai proses konstruktif dimana informasi diubah menjadi pengetahuan melalui proses interpretasi, korespondensi, representasi, dan elaborasi. Sementara itu, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu pesat yang menawarkan berbagai kemudahan-kemudahan baru dalam pembelajaran memungkinkan terjadinya pergeseran orientasi belajar dari outside-guided menjadi self-guided dan dari knowledge-as-possesion menjadi knowledge-as-construction. Lebih dari itu, teknologi ini ternyata turut pula memainkan peran penting dalam memperbaharui konsepsi pembelajaran yang semula fokus pada pembelajaran sebagai semata-mata suatu penyajian berbagai pengetahuan menjadi pembelajaran sebagai suatu bimbingan agar mampu melakukan eksplorasi sosial budaya yang kaya akan pengetahuan.
Konstruktivisme dan teknologi komputer, secara terpisah maupun bersama-sama telah menawarkan peluang-peluang baru dalam proses pembelajaran, baik di ruang kelas, belajar jarak jauh maupun belajar mandiri. Bentuk pembelajaran “student-centered learning” yang lain adalah belajar aktif, belajar kooperatif dan kolaboratif, generative learning, dan problem-based learning. Sedangkan model pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan teori konstruktivisme yang cuku terkenal sekarangialah pembelajaran kontekstual dan kuantum.

www.nurmasiyamita.blogspot.com said...

menurut saya dari keempat aliran itu yang paling baik adalah aliran kontruktivisme.
hal ini karena paham kontruktivisme adalah merupakan penyempurnaan dari paham-paham lainnya, dalam paham kontruktivisme mtercakup paham-paham lainnya.

Anonymous said...

Diah Rahmawati
4101407024
Pend Matematika 1A
Menurut saya aliran yang paling baik adalah teori belajar menurut aliran humanistik. Hal ini karena pada aliran ini siswa atau si belajar diberi kebebasan untuk memilih bahan yang dipelajari sesuai dengan minat. Seperti kita tahu bahwa belajar itu harus didasari keinginan dalam diri kita sendiri. Sehingga menurut saya lebih memilih aliran humanistik. Namun pada dasarnya keempat aliran yang lain juga baik dan mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.Dan hendaknya kebebasan yang diberikan kepada siswa adalah kebebasan yang bertanggung jawab.

Anonymous said...

menurut saya kokontruktivisme, seba ia memandang belajar adalah proses aktif si belajar dalam mengkonstruksikan arti, wacana, dialog, pengalaman fisik dalam proses belajar tsb, shg trjd proses asimilasi dan menghub.kan pengalaman?informasi yang telah didapat atau sudah dipelajari.
adetya sandy 4301405065

Anonymous said...

MUJIANTO(5201407062/Pend. TEKNIK MESIN)menurut saya yang paling baik adalah teori belajar KOGNITIF karena disini siswa akan dituntut untuk berpikir kreatif sehingga akan terbentuk siswa yang mandiri dan tidak cenderung mengandalkan orang lain . Dan juga banyak prinsip-prinsip pembelajaran yang bersumber dari teori kognitif,diantaranya:
-Menekankan akan makna dan pemahaman
-Mempelajari materi tidak hanya proses pengulangan tetapi perlu disertai proses transfer
-Menekankan pembelajaran prinsip dn konsep
-Menekankan struktur disiplin ilmu dan kognitif
-Objek pembelajaran seperti apa adanya dan tidk disederhanakan dalam bentuk eksperimen dalam situasi laboratoris
-Menekankan pentingnya bahasa sebagai dasar pikiran dan komunikasi
-Perlunya memanfaatkan pengajaran perbaikan yang lebih bermakna

Anonymous said...

saya lebih suka aliran konstruktivisme karena pembelajarannya berpusat pada siswa. Di sini guru perlu menerima otonomi siswa . Ia lebih menekankan pembelajaran daripada pengajaran. siswa diberi peluang untuk memilih gol, strategi dan penilaian pelajarannya.motivasi merupakan kunci kepada pembelajaran di mana ia menggalakkan penemuan inkuiri, perasaan ingin tahu dan inisiatif pelajar. Di samping itu pengalaman dari segi kepercayaan, sikap sedia ada dan pengetahuan sedia ada memainkan peranan yang kritikal dalam pembelajaran.

Anonymous said...

Ass. kalau menurut saya aliram pembelajaran yang saya sukai adalah aliran konstruktivisme karena aliran ini mempunyai landasan berpikir yang dipergunakan dalam pembelajaran konstektual, yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit yang hasilnya dapat diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak sekonyong-konyonng. Pengetahuan bukanlah seperangkt faka, konsep,kaidah yang siapuntuk diambil dan diingat. Esensi dari kontruktivisme adalah idebahwa siswa harus menemukan danmentransformasikan suatu informasi kompleks ke situasi lain dan apabila dikehendaki informasi menjadi milik mereka sendiri. Dalam pandangan konstruktivis "strategi memperoleh" lebih diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat pengetahuan karena belajar sendiri akan mampu terekam lama dalam otak walaupun prosesnya lama dibandingkan dengan yang diajarkan oleh guru semuanya maka dalam otak akan cepat hilang.

Hieztma said...

ass...menurut saya,aliran konsep pembelajaran yang paling baik adalah konsepsi pembelajaran aliran kognitif. Alasannya,adalah karena aliran ini lebih baik dan lebih cocok bila diterapkan di Indonesia. Apalagi bila kita melihat kondisi masyarakat sosial kita sendiri. Akan sangat kondusif situasi belajarnya. Siswa dapat berinteraksi langsung dengan lingkungannya untuk dapat menemukan sesuatu yang dimaksudkan dalam materi pelajaran. Hasilnya, siswa tidak akan mudah cepat lupa terhadap apa yang telah ia pelajari, karena dengan menemukan sndiri, akan lebih mengena dalam ingatan. Dengan kata lain, siswa dapat lebih aktif dan menciptakan ide- ide kreatif dalam proses pembelajarannya sendiri. Bukan tidak mungkin kualitas pendidikan kita akan lebih baik apabila diterapkan konsep pembelajaran secara kognitif.
Hisma Kusumawati_4101407036

Anonymous said...

Menurut saya aliran pembelajaran yang paling baik adalah pembelajaran berdasarkan teori kontemporer. Yang saya maksud di sini adalah pembelajaran berdasarkan teori belajar konstruktivisme. Dimana dalam pembelajarannya nampak ada pergeseran fungsi guru dan buku sumber sebagai sumber informasi. Sehingga, dalam kaitan perolehan informasi siswa mempunyai kemampuan mengakses beragam informasi yang digunakan untuk belajar.Siswa juga akan sama-sama aktif dengan pengajar yaitu siswa aktif mengkontruksi pengetahuan dan pengajar sebagai fasilitator. Hal ini karena konstruktivisme berpegang kepada pandangan keaktifan siswa dalam mengkonstruksi pengetahuan berdasarkan interaksinya dalam pengalaman belajar yang diperoleh.

afit-josh said...

dari 4 aliran konsepsi pembelajaran, saya lebih menyukai aliran pembelajaran berdasarkan teori kontemporer, seperti pembelajaran model pembelajaran kontekstual, karena anak akan selalu teringat dengan apa yang diajarkan dan dapat dengan mudah mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

afit istiandaru
4101407048

Anonymous said...

menurut saya yang paling baik adalah pembelajaran berdasarkan teori kontemporer karena teori kontemporer merupakan teori yang paling lengkap dimana didalamnya terkandung teori kognitif dan kostruktivisme.pembelajaran berfungsi membekali kemampuan siswa mengakses berbagai informasi yang dibutuhkan dalam belajar.dalam teori ini menerapkan pembelajaran student-centered learning strategies dimana konsep pembelajaran yang selama ini belajar mengajar berpusat pada guru di lain fihak berpusat pada subyek belajar.karena berpegang pada pandangan keaktifan siswa dalam mengkonstruksi pengetahuan berdasarkan interaksinya dalam pengalaman belajar yang diperoleh.

Anonymous said...

Dewi Muthohharoh /4301405058
Pend. Kimia
Menurut saya, aliran pembelajaran yang paling baik adalah pembelajaran berdasarkan teori kontemporer. Yang mana pembelajarannya berdasarkan teori belajar konstruktivisme. guru berfungsi membekali kemampuan siswa dalam menyeleksi informasi yang dibutuhkan. guru dan siswa sama-sama aktif(siswa aktif mengkontruksi pengetahuan sedangkan pengajar sebagai fasilitator). konstruktivisme berpegang kepada pandangan keaktifan siswa dalam mengkonstruksi pengetahuan berdasarkan interaksinya dalam pengalaman belajar yang diperoleh. bentuk pembelajarannya dilaksanakan melalui belajar aktif, belajar mandiri, kooperatif, dan kolaboratif, generative learning, dan problem-based learning. model pembelajarannya menggunakan model pembelajaran kontekstual dan model pembelajaran kuantum.

Anonymous said...

Nama : Diah Indriyani
Nim : 4301405084 ( pend kimia )
Email :chuiyin_niez@yahoo.com
diantara 4 aliran tsb saya lebih menyukai aliran kontemporer yang berlandaskan pada teori belajar konstruktivisme. dalam aliran ini keaktifan siswa lebih ditekankan pada pembelajaran. untuk memperoleh beragam informasi siswa dapat mengakses informasi dari berbagai macam sumber dan guru berfunsi sebagai fasilitator.
aliran seperti ini sangat cocok diterapkan pada era skg, dg kemajuan teknologi yang sangat pesat, siswa dapat mengakses informasi dari berbagai sumber, tdak hanya menggantungkan pada sumber informasi yang ada disklh dan guru.

Anonymous said...

menurut korin konsep pembelajran menurut alirankognitif adalah yang terbaik sebabdalam aliran kognitif menurut David ausable menggunakan pengaturan awal (Advanced organizer ). yang tepat dapat meningkatkan pemahaman berbagai macam materi pelajaran .Adanya penstrukturan pengtahuan menurut JA Burner yaitu memberikan strujtur yang jelas dari suatu pangatauan sehingga lebih mudah bagi siswa untuk mempelajarinya.Dan menurut Jean Piaget belajar melalui pengalaman sendiri hal ini akan lebih mudah diingat oleh siswa karena siswa mengalami sendiri .
Nama:korina puspitasari
Nim :4101407031
e-mail :kar3n_pedrosa @yahoo.com

Anonymous said...

Menurut saya semua konsep pembelajaran yang telah ada sangat baik. Konsep pembelajaran kontruksivisme sangat baik untuk diterapkan seperti Quantum Teaching yang dilakukan oleh de Potter. Quantum teaching sagat baik untuk diterapkan karena dapat mengubah siswanya menjadi lebih baik dan belajar untuk mengekspresikan dirinya . Jika konsep pembelajaran kontruksivisme dan humanistik digabung pasti akan menimbulkan konsep pembelajaran yang baru dan lebih baik dari yang lain. Karena dengan kedua konsep ini siswanya akan lebih berani. nerkualitas dan dapat mengekspresikan diri dalam bentuj yang lebih baik dari sebelumnya.
Melia Juniarti
4101407021
Pend. Matematika 1A
mel_flyasic89@yahoo.com

Anonymous said...

KUSNADI.4301406024
menurut saya yang paling baik dari 4 aliran tentang pembelajaran adalah aliran kognitif karena melibatkan belajar aktif, belajar lewatinteraksi sosial, belajar lewat pengalaman sendiri, melibatkan penyajian yang dilakukan dengan cara enaktif, ikonif, dan simbolikserta melibatkan belajar super ordinatdan penyesuaian integratif, apabila hal-hal yang ada diatas diaplikasikan maka proses pembelajaranya lebih lengkap dan efisien daripada aliran yang lain

Anonymous said...

menurut saya konsep pembelajaran yang paling baik adalah kontekstual karena selain membekali siswa dengan kemampuan akademik, pihak sekolah seharusnya membimbing siswanya menjadi kreatif. Ciri-ciri siswa kreatif di antaranya wajah cerah dan dinamis, berminat luas dari mata pelajaran sampai kesenian, dan sering bertanya secara berbobot

Di samping itu, siswa kreatif selalu ingin tahu dan butuh jawaban ilmiah, serta memiliki banyak alternatif untuk menyelesaikan masalah. Siswa kreatif tidak akan cepat merasa puas, berani tampil beda, dan berani ambil risiko yang mungkin muncul. Gagasan-gagasan segar juga sering dimunculkan oleh siswa kreati

Untuk membentuk siswa kreatif, kata Arief, peran guru-guru perlu diarahkan menjadi pribadi yang berorientasi kebutuhan siswa dan demokratis. Kebijakan sekolah juga harus mendukung. Sekolah perlu menempatkan diri agar bisa bersikap demokratis, membangun kerja sama, komitmen, dan tujuan yang jelas

Partisipasi orang tua juga tak kalah penting dengan mengambil posisi sebagai orang yang mencintai anak-anaknya dan membimbing secara demokratis. Orang tua juga mengembangkan kecerdasan spiritual, apalagi waktu siswa lebih banyak di rumah dan lingkungan sekitarnya," katanya

Anonymous said...

menurut saya konsep pembelajaran paling adalah konsep pembelajaran koognitif.karena menurut david ausable menggunakan pengaturan awal (advance organizer).dan disini siswa dituntut untuk lebih mandiri dan tidak mengandalkan orang lain.
NURMALITASARI 5401407063
PEND. TATA BUSANA S1

Anonymous said...

Menurut saya yang lebih baik adalah konsep pembelajaran menurut teori kontemporer karena dalam teori kontemporer ini berdasarkan pada teori belajar konstruktivisme yang merupakan perkembangan dari teori kognitif. Teori konstruktivisme ini berpegang pada pandangan keaktifan siswa dalam mengkonstruksikan pengetahuan berdasarkan interaksinya dengan pengalaman belajar yang diperoleh.Maka, dalam kaitan ini pengajar dan siswa sama-sama aktif, dimana siswa ktif mengkonstruksikan pengetahuannya sedangkan pengajar sebagai fasilitator. Dalam konstruktivisme ini juga dikenal beberapa model belajar diantaranya adalah model pembelajaran kontekstual ( dimana materi belajar dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari yang siswa tidak langsungsaja menerima pengetahuan dari guru tapi berusaha untuk menemukan konsep sendiri guru sebagai fasilitator), model pembelajaran kuantum (dalam proses pembelajaran terjadi penyelarasan, pemberdayaan komunitas belajar sehingga orang yang terlibat yaitu guru dan siswa sama-sama merasa senang dan bekerja saling membantu untuk mencapai hasil yang opimal).

Anonymous said...

menurut saya dari keempat aliran itu yang paling baik adalah aliran kontruktivisme.
karena aliran kontruktivisme ini adalah merupakan penyempurnaan dari paham-paham atau aliran-aliran lainnya.selain itu,aliran kontruksivisme sangat baik untuk diterapkan seperti Quantum Teaching yang dilakukan oleh de Potter. karena dapat mengubah siswanya menjadi lebih baik dan belajar untuk mengekspresikan dirinya,maka dari itu saya sangat setuju degan airan inikaren bisa menjadikan kita untuk menjadi yang lebih baik.

HERI KISWANTO
5301407005
PTE

Anonymous said...

Saya memilih aliran kontemporer. Karena pembelajarannya didasarkan pada teori belajar konstruktivisme, yang merupakan landasan berpikir bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit yang kemudian hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas. Manusia harus memiliki pengetahuan,setelah itu mewujudkannya melalui pengalaman yang nyata.

Fitriana Seha/4401407064/Pend. Bio;ogi

Anonymous said...

menurut saya aliran pembelajaran yang paling baik adalah aliran pembelajaran behavioristik.karena,dalam pembelajaran ini terjadi upaya membentuk tingkah laku yang diinginkan dengan menyediakan lingkungan,agar terjadi hubungan ligkungan dengan tingkah laku belajar.selain itu,dalam aliran ini terdapat upaya pembentukan yang dilakukan oleh guru yang didalamnya ada upaya pengajaran dan penguatan.upaya penguatan itu dapat memunculkan ketrampilan yang diniliki oleh para siswa.(dewi noverawati/2102407097)

Anonymous said...

VISCARIA MUFTIANA
4101404541
PENDIDIKAN MATEMATIKA
Menurut saya, pembelajaran yang baik yaitu pembelajaran berdasarkan teori kontemporer pembelajaran teori kontemporer yang dimaksud disini adalah pembelajaran berdasarkan teori pelajar konstruktifisme dan melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran efektif, yaitu konstruksifisme, bertanya, menemukan, masyarakat belajar, kemodelan, dan penilaian sebenarnya.

RONGGO TUNJUNG ANGGORO said...

bagus bagus

Anonymous said...

Menurut saya pembelajaran yang terbaik adalah menurut aliran behavioristik..
Dalam aliran ini pembelajaran dianggap sebagai upaya membentuk tingkah laku yang diinginkan dengan menyediakan lingkungan sebagai alat bantunya..
Disini peserta didik akan dididik untuk belajar berkonsekuensi.,baik konsekuensi secara langsung maupun tidak langsung.
Didalam konsekuensi lansung terdapat konsekuensi menyenangkan dan tidak menyenangkan.
Apabila siswa mendapat konsekuensi menyenangkan maka dapat menguatkan perilaku dirinya.,namun sebaliknya jika dia mendapatkan konsekuensi yang tak menyenangkan maka hal tersebut dpat memperlemah perilakunya..
Dan keunggulan dari aliran ini adalh siswa tidak terlalau susah untuk melakukan penyesuaian dikarenakan pembelajaran yang berlangsung merupakan kebiasaannya yang lambat laun dapat terbentuk dengan penyesuaian lingkungan..

Anonymous said...

ASS...MENURUT SAYA, semua macam pembelajaran baik, pembelajaran menurut aliran behavioristik, kognitif, humanistik maupun aliran kontemporer tidak ada yang sempurna dalam segala situasi dan kondisi, .... Namun, saya pikir pembelajaran menurut aliran kognitif lebih mendekati pembelajaran yang ideal, sebab pembelajaran tersebut berfokus pada siswa belajar melalui pendekatan proses, dengan mengunakan "reasoning","insight", atau berfikir.melalui pembelajaran kognitif siswa diajak berfikir induktif dan deduktif. Para ahli pendidikan dan psikolog menekankan belajar seperti ini lebih banyak mencari hubungan- hubungan yang logis, rasional, atau nonarbiter. secara konsepsi belajar kognitif juga merupakan hubungan- hubungan stimulus dan respon.
titik kajian teori pembelajaran ini adalah bagaimana individumajusatusatu tingkat perkembangan mental atau pengetahuan ketingkat yang lebih tinggi. pokok dasar dalam teori ini adalahkepercayaan bahwapengetahuan di benruk oleh individudalam interaksi terus- menerusdan selalu berubah dengan lingkungan.
piaget memberikan fungsi intelek dari tiga perspektif, meliputi:1. proses mendasar yang terjadi dalam interaksi dengan lingkungan(asimilasi, akomodasi dan ekuilibrasi).2. cara bagaimana pengetahuan disusun.3. perbedaan kualitatif dalam berfikir dalam berbagai tahap perkembangan.
proses perkembangan kognitif menurut piaget (1977;3) dipengaruhi oleh tiga proses dasar; asimilasi, akomodasi dan ekuilibrasi.

widya_teknologi pendidikan"07
tiwi_89@plasa.co.id

Anonymous said...

MENURUT SAYA,,,pembelajaran menerut aliran kognitif cocok diaplikasikan dalam pembelajaran di indonesia, sebab pembelajaran tersebut memiliki tiga prinsip utama dalam pembelajaran. yaitu belajar aktif, belajar lewat interaksi sosial, dan belajar lewat pengalaman sendiri,
Pembelajaran perkembangan fungsi kognitif terdiri dari empat faktor masing- masing adalah;lingkungan fisik, kematangan, pengaruh sosial, dan proses pengaturan diri, yang disebut ekuilibrasi, piaget(1977)masing- masing esensial untuk perkembangan, tetapi tidak ada yang sendirian mencukupi.

tiur dorowati_teknologi pendidikan'07

Anonymous said...

Menurut saya, teori belajar kognitif menekankan pada cara- cara seseorang mengunakan pikirannya untuk belajar, mengingat dan mengunakan pengetahuan yang telah diperoleh dan disimpan di pikirannya secara efektif.
teori kognitif memandang belajar sebagai proses pemfungsian unsur- unsur kognisi atau fikiran untuk dapat mengenal dan memahami stimulus yang datang dari luar.Dengan kata lain aktivitas belajar dalam diri manusia di tekankan pada proses internal dalam berfikir yakni proses pengolahan informasi.

Merliana AMB_teknologi pendidikan'07

Anonymous said...

Menurut saya, teori kognitif bahwa setiap anak memiliki sifat konstruktif dan mampu merencanakan sesuatu. anak memiliki kemampuan untuk mencari, menemukan, dan mengunakan pengetahuan sendiri.dalam proses belajar- mengajar anak mampu mengidentifikasi, merumuskan masalah, mencari dan menemukan fakta, menganalaisis, membuat interpretasi, serta menarik kesimpulan.
4 faktor yang mempengaruhi perkembangan kognitif yaitu,
1. lingkungan fisik
2. kematangan
3. pengaruh sosial
4. proses pengendalian diri (equilibration).

Ummi Hanik_teknologi pendidikan'07

Anonymous said...

MENURUT SAYA,,teori kognitif adalah interaksi yang terus- menerus antara individu dengan lingkungan, fokus perkembangannya adalah perkembangan secara alami fikiran pembelajar mulai anak- anak sampai dewasa. konsepsi perkembangan kognitif diturunkan dari analisa perkembangan biologi organisme tertentu.
kemempuan kognisi tertinggi menurut gagne adalah strategi kognisi, atau analisis, sintesis, dan evaluasi juga kemam[puan kognisi tertinggi menurut bloom.

Siti rohmah_FE