Wednesday, September 17, 2008
Departemen PU butuh Lulusan Teknologi Pendidikan (S1)
Tuesday, September 16, 2008
Lowongan Dosen di UNNES
Tuesday, September 9, 2008
Mendiknas menghembuskan Angin Segar bagi Guru

Pada kesempatan itu, mendiknas menegaskan bahwa apa yang beliau sampaikan merupakan bukti janji yang pernah disampaikan presiden saat pidato kenegaraan 16 agustus yang lalu. klo coba flasback pada pidato prosiden memang manjanjikan peningkatan kesejahteraan guru, dengan mengatakan gaji guru (tentunya yang PNS) paling rendah 2 jt, meskipun belum jelas rinciannya. dalam RAPBN 2009 dana pendidikan mencapai Rp 224 Trilyun. Mendiknas juga menyampaikan disamping peningkatan gaji guru dan dosen PNS, guru swasta juga akan diberi insentif, walaupun jumlahnya relatif kecil: 50rb untuk guru yang belum S1 dan 100rb bagi guru dengan pendidikan S1.
Sebagai orang yang berkecimpung di dunia pendidikan, saya turut bahagia mendengar berita tersebut, apalagi jika pemerintah daerah (propinsi dan kabupaten/kota) juga memberikan perhatian dan porsi lebih untuk dunia pendidikan. Sehingga janji-janji yang selama ini kita dengar untuk meningkatkan kesejahteraan guru (dan juga dosen ) bukan sekedar janji-janji kosong dan komoditas politik saat menjelang pemilu saja, tapi memang bukti keperpihakan penguasa pada dunia pendidikan.
Akan tetapi bagi insan pendidikan, kondisi tersebut juga perlu kita imbangi dengan peningkatan komitmen untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Jangan sampai kita menuntut peningkatan kesejahteraan, tanpa ada peningkatan kinerja. kualitas pendidikan menurut saya faktor paling besar ditentukan oleh kinerja guru dalam mendidik dan memberikan pengalaman belajar pada siswa, karena gurulah dalam pendidikan ini yang menjadi ujung tombak (meskipun tidak jarang juga menjadi ujung tombok ;-)
Monday, September 8, 2008
Program Kreativitas Mahasiswa 2008
Langsung saja ke pokok masalah, untuk periode ini ada 4 kategori yang dapat dikompetisikan, yaitu
- PKMP (bidang Penelitian)
- PKMT (penerapan Teknologi)
- PKMK (Kewirausahaan)
- PKMM (Pengabdian Masyarakat)
dalam pengusulan program mahasiswa harus membentuk kelompok antara 3-5 orang, boleh sebidang atau lintas disiplin ilmu. Pengiriman ke Dikti Depdiknas secara kolektif oleh Untuk Perguruan Tinggi asal mahasiswa. Untuk UNNES proposal harus sudah diterima oleh Bagian Kemahasiswaan paling lambat 6 OKtober 2008, makanya tunggu apalagi, ayo buktikan klo mahasiswa juga bisa berkarya, berkreasi dan berinovasi. Klo tahun kemaren UNNES bisa meloloskan 228 proposal yang didanai, tahun ini harus bisa lebih baik lagi. Bagi yang belum memiliki buku panduan PKM, dapat download disiniPanduan PKM.
Selamat Berjuang….
Thursday, September 4, 2008
Persiapan Ujian Proposal
begini ceritanya…;-) pemikiran awal yang mengilhami rancangan penelitian adalah sebuah fakta yang menyebutkan bahwa, di muka bumi ini, ada 6-10 bahasa etnis hilang setiap tahun. hal itu tentu yang menjadi keprihatinan sy yg kemudian muncul pikiran jelek: bagaimana klo ini terjadi pada bahasa jawa?? meskipun bahasa jawa merupakan bahasa etnis dengan jumlah penutur urutan ke-11 dunia (sekitar 75,5 juta jiwa), bukan mustahil lama kelamaan kekhawatiran sy bs terjadi. yang semakin memperkuat ketakutan, karena yg sy jumpai disekitar, anak2 jawa sekarang banyak yg nggak nJawani. banyak anak2 yg tidak bs berbahasa jawa, mereka (dalam hal ini juga orang tuanya) lebih suka menggunakan bahasa Indonesia dibanding bahasa jawa, meskipun bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional, akan tetapi bahasa jawa sebagai bahasa ibu juga tidak boleh ditinggalkan. bagi temen2 yg berasal dari jawa bisa melihat kondisi di sekitarnya masing2. betul tidak???
Mulai tahun 2005, gubernur Jawa Tengah menerbitkan SK yang mewajibkan pemberlakuan kurikulum bahasa jawa bagi seluruh sekolah dasar dan menengah di jateng. Hal ini tentunya menjadi sebuah langkah yg sangat bermakna dan diharapkan berimplikasi luas dalam penanaman nilai-nilai budaya jawa. Tetapi sebenarnya masalah tidak berhenti disana. Penyajian bahasa jawa dihadapan generasi muda dengan tampilan yang apa adanya, kan cenderung membosankan dan tidak menarik. apalagi saat ini, bahasa jawa telah menjadi salah satu momok bagi siswa baik dan menjadi pelajaran yg “ditakuti”. Jika hal ini yang terjadi, bukan pembinaan yang diperoleh, tapi bisa2 sebaliknya, yg terjadi justru pembinasaan bahasa jawa dihadapan calon pendukungnya.
Itu masalah awal yg sy angkat. mohon masukan/kritik/saran untuk perbaikan tulisan ini. o..iya, mohon doa restunya ya…
Monday, September 1, 2008
Marhaban Ya Romadhon, Marhaban Ya Kuliah
AC Milan Terjungkal

